Enzo Maresca Jadi Manajer Baru Manchester City, Siap Gantikan Guardiola?

Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai manajer baru mereka menggantikan Pep Guardiola. Kepulangan pelatih asal Italia ini menandai babak baru setelah ia pernah menjadi asisten Guardiola saat City meraih Treble musim 2022-23. Maresca, yang kini berusia 46 tahun, menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dan mengakui tugasnya sebagai “tantangan besar” setelah Guardiola sukses mempersembahkan 20 trofi dalam satu dekade.

Mengapa Enzo Maresca Manajer Manchester City Pilihan Tepat?

Keputusan klub memilih Maresca bukan tanpa alasan. Ia memiliki pendekatan yang unik, perpaduan antara budaya Italia dan Spanyol yang ia dapatkan dari keluarganya serta pengalaman menghadapi Barcelona era Guardiola saat masih bermain. Pertemuan dengan pelatih legendaris seperti Carlo Ancelotti dan Marcello Lippi juga membentuk karakter kepelatihannya.

Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, secara terbuka memuji Maresca sebagai sosok yang terinspirasi filosofi Guardiola namun tetap mampu mengembangkan identitas sendiri. “Dia banyak mengambil inspirasi dari Pep, tetapi juga punya filosofi yang berevolusi. Saya pikir Enzo membawa banyak hal untuk klub ini,” ujar Khaldoon.

Yang menarik, Maresca tidak dipilih tanpa restu Guardiola. Sumber dekat menyebut keduanya masih rutin berkomunikasi. Bahkan, mantan direktur olahraga Txiki Begiristain merekomendasikan Maresca sebagai penerus sebelum menyerahkan jabatannya kepada Hugo Viana musim panas lalu.

Apa yang Bisa Diharapkan dari Gaya Melatih Enzo Maresca?

Maresca dikenal sebagai kutu buku taktik. Ia bahkan menulis tesis sepanjang 7.000 kata tentang persamaan antara sepak bola dan catur saat mengikuti kursus di Coverciano, Italia. Tidak heran jika ia gemar mempelajari strategi dari olahraga lain, seperti voli dan bola basket, serta mulai mendalami kecerdasan buatan.

Filosofi Permainan Berbasis Penguasaan Bola

Seperti Guardiola, Maresca menginginkan timnya mendominasi penguasaan bola, menghentikan serangan balik, dan menekan tinggi saat kehilangan bola. Formasi andalannya adalah 4-2-3-1, dengan rotasi posisi yang cair untuk menghindari serangan yang stagnan. Salah satu contoh suksesnya adalah ketika Marc Cucurella sering muncul di kotak penalti setelah bergerak dari posisi bek kiri ke gelandang serang.

Namun, gaya bermainnya juga sempat dikritik karena terlalu lambat dalam membangun serangan. Maresca biasanya mengatasi hal ini melalui pergerakan pemain yang dinamis, seperti yang ia terapkan di Chelsea dan Leicester.

Enzo Maresca

Pengaruh Guardiola dan Inovasi Sendiri

Maresca sangat dihormati di internal City. Saat menjadi asisten Guardiola, ia memberikan kontribusi taktis, termasuk mengubah peran John Stones menjadi gelandang tengah yang sukses di final Liga Champions. Pelatih akademi City, Gareth Taylor, mengenang bahwa Maresca mendapat lebih banyak kebebasan dalam menyusun tim dibanding pelatih akademi sebelumnya. “Selama Anda bisa mempertanggungjawabkan alasannya, ide Anda akan didengar dan mungkin diadopsi,” kata Taylor.

Tantangan Awal di Manchester City

Pemain City dijadwalkan kembali berlatih pada 20 Juli. Sejumlah tugas menanti Maresca segera setelah ia memulai kerja.

  • Menyelesaikan transfer – Rekrutan rekor klub, Elliot Anderson senilai £116 juta, akan segera diresmikan. City juga dikaitkan dengan Malo Gusto (Chelsea) dan gelandang muda Lille, Ayyoub Bouaddi.
  • Memperpanjang kontrak Rodri – Gelandang asal Spanyol itu memasuki 12 bulan terakhir kontraknya. Maresca perlu mengamankan masa depannya di Etihad.
  • Menentukan kiper utama – Maresca menyukai kiper yang mahir dengan kaki. Apakah Gianluigi Donnarumma akan tetap jadi pilihan utama, atau James Trafford mendapat kesempatan?

Kembali Setelah Kontroversi di Chelsea

Maresca meninggalkan Chelsea dengan cara yang tidak mulus. Hubungannya dengan hierarki klub memburuk hingga ia hengkang, dan Chelsea menerima kompensasi £17 juta dari City. Meski demikian, ia cukup populer di kalangan pemain Stamford Bridge. Banyak yang kecewa saat kepergiannya disebut-sebut melemahkan musim Chelsea, yang finis di posisi ke-10.

Di sisi lain, Maresca membawa pulang Piala Dunia Antarklub dan Conference League di musim debutnya, serta menjadi satu-satunya pelatih Chelsea yang lolos ke Liga Champions sejak era BlueCo. Ketika kembali ke Stamford Bridge sebagai lawan musim depan, sambutan dari suporter Chelsea diprediksi masih terbelah.

Perjalanan Enzo Maresca sebagai manajer baru Manchester City akan menjadi salah satu kisah paling menarik di Premier League. Dengan beban menggantikan legenda seperti Guardiola, ia harus segera membuktikan bahwa filosofi dan pendekatannya mampu melanjutkan tradisi kemenangan yang sudah tertanam kuat di klub.