Kronologi Kartu Merah Jarell Quansah
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tengah mempertimbangkan langkah banding atas kartu merah yang diterima bek Jarell Quansah saat Inggris mengalahkan Meksiko 3-2 di Piala Dunia 2026. Pemain Bayer Leverkusen itu diusir keluar lapangan pada menit ke-54 setelah melakukan tekel tinggi terhadap Jesus Gallardo.
Kartu merah tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran serius (serious foul play), yang secara otomatis membuat Quansah terancam larangan bermain dua pertandingan. Situasi ini menambah pusing pelatih Thomas Tuchel di posisi bek kanan.
Preseden Banding dari Kasus Folarin Balogun
FA mempertimbangkan opsi banding setelah adanya preseden kontroversial yang melibatkan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Kartu merah Balogun saat melawan Bosnia-Herzegovina mendapat intervensi langsung dari Presiden AS Donald Trump.
Trump meminta FIFA meninjau ulang skorsing satu pertandingan Balogun. Hasilnya, FIFA secara mengejutkan menunda larangan bermain tersebut selama 12 bulan dengan menggunakan klausul Pasal 27 dalam peraturan mereka.
Keputusan ini menuai kritik luas, termasuk dari federasi sepak bola Eropa (UEFA), Belgia, dan pelatih Inggris Thomas Tuchel. Pasalnya, Piala Dunia sebenarnya tidak mengizinkan banding untuk kartu merah, namun klausul Pasal 27 memberikan wewenang penuh kepada FIFA tanpa harus memenuhi kriteria tertentu.
Perbedaan Dua Kasus Kartu Merah
Dalam kasus Balogun, pemerintah AS mengklaim tidak ada unsur kesengajaan. Namun, perlu diingat bahwa unsur niat telah dihapus dari hukum sepak bola bertahun-tahun lalu; yang dinilai hanyalah hasil akhir dari tekel tersebut.
Meski tekel Balogun terlihat tidak sengaja, biasanya pelanggaran seperti pijakan sepatu di bagian belakang pergelangan kaki tetap berujung kartu merah. Sedangkan kartu merah Quansah terjadi saat ia meluncur dengan posisi sepatu menghadap ke atas (studs up), mirip dengan Balogun tetapi dengan konteks berbeda.
Yang membedakan, kartu merah Balogun tidak dibatalkan — FIFA hanya menangguhkan hukumannya. Sementara FA berharap agar hukuman Quansah bisa dikurangi atau dihapuskan.
Dampak Banding terhadap Lini Belakang Inggris
Posisi bek kanan menjadi area yang paling dikhawatirkan Tuchel selama Piala Dunia. Reece James, Djed Spence, Ezri Konsa, John Stones, dan Quansah sendiri sudah bergantian mengisi pos tersebut. Bahkan gelandang Declan Rice sempat ditempatkan sebagai bek kanan.
Reece James yang menjadi bek kanan utama harus absen sejak cedera hamstring pada laga kedua melawan Ghana, melewatkan pertandingan melawan Panama, DR Kongo, dan Meksiko. Sementara Quansah sempat cedera saat melawan Panama namun dinyatakan fit untuk starter kontra Meksiko.
Jika banding FA atas kartu merah Quansah tidak membuahkan hasil, Inggris harus kehilangan salah satu opsi bek kanan mereka saat menghadapi Norwegia di perempat final Miami, Sabtu mendatang.
Kesimpulan: Antara Harapan dan Kontroversi
Langkah FA untuk mempertimbangkan banding tidak lepas dari kontroversi yang melibatkan kasus Balogun. Penggunaan Pasal 27 oleh FIFA membuka celah hukum yang bisa dimanfaatkan asosiasi lain. Prancis dikabarkan juga akan menantang kartu kuning Michael Olise saat melawan Paraguay.
Keputusan akhir akan menjadi preseden penting: apakah FIFA konsisten dengan aturan tanpa banding, atau kembali menggunakan klausul darurat seperti yang terjadi pada Balogun. Bagi Inggris, banding kartu merah Quansah adalah langkah yang patut diambil meski hasilnya belum pasti.
