Andoni Iraola resmi menangani Liverpool setelah menggantikan Arne Slot pada bulan lalu. Salah satu tugas pertamanya adalah membenahi kelemahan tim dalam situasi bola mati yang kerap menjadi titik lemah The Reds. Dalam pernyataan terbarunya, Iraola mengungkap bahwa ia membawa sejumlah staf kepercayaan dari Bournemouth untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Kekuatan Staf Kepelatihan Baru Liverpool
Pelatih asal Spanyol itu mengaku sangat beruntung bisa mewarisi tim pelatih yang berbakat. Ia membawa beberapa anggota stafnya dari Bournemouth, termasuk Tommy Elphick—seorang penggemar berat Liverpool sejak kecil—dan Shaun Cooper sebagai pelatih tim utama. Selain itu, Pablo de la Torre bergabung sebagai asisten pelatih, sementara Alejandro Rosalen datang dari Napoli untuk menangani posisi pelatih kiper.

Iraola sudah bekerja sama dengan De la Torre sejak awal karier kepelatihannya di AEK Larnaca dan Rayo Vallecano. Menurutnya, memiliki orang-orang yang dipercaya di sampingnya sangat penting dalam menghadapi musim pertamanya di Anfield. “Pablo bukan sekadar pelatih fisik. Dia asisten saya dan kami saling memahami dengan sangat baik,” ujar Iraola.
Peran Tommy Elphick dan Shaun Cooper dalam Strategi Bola Mati
Salah satu misi utama Iraola bersama tim pelatihnya adalah mengatasi kelemahan Liverpool dalam situasi bola mati. Musim lalu, Liverpool kebobolan 23 gol dari set piece—hanya lebih baik dari Bournemouth (26), Crystal Palace (25), dan Leeds (24). Angka ini menjadi catatan buruk di musim terakhir Slott sebagai pelatih kepala meskipun berhasil meraih gelar juara di musim pertamanya.
Iraola menjelaskan pembagian tugas yang jelas di antara stafnya. Tommy Elphick bertanggung jawab atas skema bola mati bertahan, sementara Shaun Cooper menangani skema bola mati ofensif yang lebih kreatif. “Mereka adalah pelatih yang sangat baik. Kami memiliki pemahaman yang sama tentang permainan dan peran mereka berbeda di staf pelatih. Itu sebabnya saya mempertahankan mereka,” jelas Iraola.
Tak hanya itu, Iraola juga menyoroti peran analis set piece Lewis Mahoney yang sudah bergabung dengan klub sejak paruh kedua musim lalu. “Dia bekerja sangat baik dan kini bersama klub. Mereka sedang mengerjakan beberapa hal,” tambahnya.
Pengalaman Berharga di Bournemouth
Iraola mengaku sangat beruntung bisa bekerja dengan Tommy dan Shaun saat di Bournemouth. Ia mengalami kendala ketika asistennya, Iñigo Pérez, tidak mendapatkan izin kerja untuk mengikutinya dari Rayo Vallecano. Namun, situasi itu justru membuka peluang bagi Pérez yang kini melatih Villarreal. “Mungkin kami akan bertemu di Liga Champions,” canda Iraola.
Kehadiran Elphick dan Cooper, menurut Iraola, sangat membantu dalam memahami budaya sepak bola Inggris, mentalitas pemain, kebiasaan latihan, hingga detail kecil yang berbeda dengan Spanyol. “Mereka bisa berada lebih dekat dengan pemain, merasa lebih teridentifikasi. Saya sedikit lebih tua. Beberapa pemain mungkin tidak tahu saya dulu seorang pemain,” pungkasnya.
Kesimpulan
Dengan perombakan staf pelatih yang terstruktur dan pengalaman panjang di dunia sepak bola Inggris, Andoni Iraola membawa angin segar bagi Liverpool. Fokus utamanya adalah memperbaiki catatan bola mati yang menjadi kelemahan musim lalu melalui kolaborasi tim pelatih yang solid dan analisis data yang matang. Para pendukung The Reds tentu berharap pendekatan baru ini bisa membawa hasil positif musim depan.