Tottenham Incar Pavlidis di Tengah Klausul €100 Juta

Tottenham Hotspur dikabarkan sedang mengincar Vangelis Pavlidis sebagai salah satu opsi untuk memperkuat lini depan. Menurut laporan TEAMtalk, penyerang Benfica itu masuk dalam daftar lima nama yang menjadi prioritas menjelang jendela transfer Januari. Ketertarikan pada Pavlidis ini muncul ketika Roberto De Zerbi ingin menambah daya serang tim.

Pavlidis bukan nama baru di radar Tottenham. Laporan menyebut klub telah mengamati penyerang timnas Yunani itu secara luas, dan sang pemain disebut tertarik pindah ke Premier League. Meski De Zerbi sudah memiliki Dominic Solanke dan Omar Marmoush, Tottenham tetap mempertimbangkan tambahan penyerang tengah karena Richarlison diperkirakan akan pergi.

Tottenham

Alasan Tottenham Incar Pavlidis

Dalam laporan tersebut, Pavlidis berada di antara nama-nama utama dalam shortlist lima pemain Tottenham. Klub disebut telah melakukan pengamatan ekstensif terhadap pemain timnas Yunani tersebut. Posisinya sebagai penyerang tengah membuatnya relevan dengan kebutuhan skuad, terutama jika Richarlison benar-benar meninggalkan klub.

Benfica tidak ingin melepas Pavlidis pada musim dingin. A Bola melaporkan klub Portugal itu berencana mempertahankannya melewati jendela transfer Januari, dan akan mengarahkan klub yang berminat ke klausul rilis senilai €100 juta. Angka itu menjadi penghalang besar bagi Tottenham jika ingin merealisasikan transfer di tengah musim.

Benfica juga telah menaikkan gaji Pavlidis sebagai bentuk penghargaan atas performanya. Langkah tersebut disebut membuat sang pemain lebih betah, sementara nilai klausul rilisnya tidak berubah. Dengan begitu, Benfica tetap memiliki posisi tawar yang kuat bila Tottenham mencoba mengubah ketertarikan menjadi kesepakatan pada Januari.

Latar Belakang Kontrak dan Performa Pavlidis

Pavlidis bergabung dengan Benfica dari AZ Alkmaar pada Juli 2024. Ia menandatangani kontrak yang berlaku hingga 2029, sehingga Benfica masih memiliki waktu lebih dari dua tahun tersisa saat jendela musim dingin berikutnya dibuka. Kontrak panjang itu menjadi dasar mengapa Benfica tidak perlu terburu-buru menjual pemainnya.

Performa Pavlidis turut memperkuat posisinya di klub. A Bola menyebutnya sebagai sosok sentral di lini serang Benfica dan menilai klub lebih suka mempertimbangkan tawaran pada musim panas, ketika waktu untuk mencari pengganti lebih longgar. Ia juga mencapai 75 gol untuk klub saat menghadapi Celtic pekan lalu.

Dalam laga itu, Pavlidis mencetak gol pada menit ke-89 untuk melengkapi kemenangan 4-1 di Liga Europa. Jhon Duran mencetak dua gol, sementara Alexander Bah juga ikut menyumbang gol. Kemenangan tersebut menjadi malam yang nyaman bagi Benfica, sekaligus menegaskan kontribusi Pavlidis di depan gawang.

Dampak bagi Tottenham dan Negosiasi Januari

Bagi Tottenham, kebutuhan menambah penyerang tengah berkaitan dengan kemungkinan kepergian Richarlison. De Zerbi sudah memiliki Solanke dan Marmoush, tetapi laporan menyebut klub masih mempertimbangkan opsi lain di posisi tersebut. Pavlidis masuk dalam pertimbangan karena performa dan ketertarikannya pada Premier League.

Namun, negosiasi dengan Benfica tidak akan mudah. Klub Portugal itu ingin mempertahankan Pavlidis setidaknya sampai musim dingin berlalu, dan klausul €100 juta menjadi patokan yang sulit ditawar. Jika Tottenham tetap ingin bergerak pada Januari, mereka harus siap menghadapi harga tinggi dan keengganan Benfica melepas pemain di tengah kompetisi.

Di sisi lain, Tottenham sedang dalam momentum positif setelah menang 3-1 atas Coventry City pada Senin. Itu menjadi kemenangan pertama mereka di Premier League musim ini, dan Marmoush mencetak gol pertamanya untuk klub. Hasil tersebut tidak menghapus kebutuhan tambahan penyerang, tetapi memberi Tottenham ruang untuk mempertimbangkan langkah transfer secara lebih terukur.

Konteks Lebih Luas: Klausul Rilis dan Peluang Transfer

Kasus Pavlidis menunjukkan bagaimana klausul rilis dan kontrak panjang bisa memberi klub pemilik kendali penuh. Benfica tidak hanya mengamankan jasa pemain lewat kontrak hingga 2029, tetapi juga menaikkan gajinya agar tetap betah. Dengan klausul yang tidak berubah, klub memiliki alasan kuat untuk menolak tawaran di bawah nilai yang ditetapkan.

Dalam praktik pasar transfer, klub yang ingin menjual biasanya lebih terbuka bila punya waktu mencari pengganti. Itulah sebabnya Benfica disebut lebih suka mempertimbangkan tawaran pada musim panas, bukan Januari. Bagi Tottenham, jendela musim dingin menjadi momen yang rumit karena harga tinggi, kebutuhan mendesak, dan posisi tawar Benfica bertemu dalam waktu yang singkat.

Laporan tersebut bahkan menyebut musim panas 2027 sebagai peluang yang lebih realistis untuk transfer. Pernyataan itu menegaskan bahwa jalan Tottenham incar Pavlidis tidak akan singkat, terutama jika Benfica terus mempertahankan sang pemain. Untuk sementara, ketertarikan Tottenham lebih tepat dibaca sebagai sinyal pemantauan daripada kepastian deal pada Januari.

Penutup

Ringkasnya, Tottenham Hotspur mengamati Vangelis Pavlidis dan mempertimbangkannya sebagai opsi penyerang tengah. Namun, Benfica ingin mempertahankan pemain asal Yunani itu, telah menaikkan gajinya, dan tetap memakai klausul €100 juta sebagai penghalang utama. Kontrak hingga 2029 serta performa 75 gol untuk klub membuat posisi Benfica semakin kuat.

Jika Tottenham ingin serius, negosiasi pada Januari akan menghadapi banyak rintangan. Opsi yang lebih masuk akal menurut laporan adalah menunggu musim panas, bahkan hingga 2027, ketika Benfica lebih siap melepas pemain. Sampai saat itu, Tottenham incar Pavlidis tetap menjadi cerita pasar transfer yang layak dipantau.