Michael Carrick Bela Pemain Usai Dikritik Gary Neville

Michael Carrick membela para pemain Manchester United setelah Gary Neville melabeli penampilan timnya “memalukan” atau pathetic menyusul hasil imbang 1-1 melawan Fulham. Kritik pedas itu muncul tak lama setelah gol bunuh diri Lisandro Martinez membuat Fulham memimpin pada laga yang berjalan berat bagi United. Meski demikian, United berhasil menyelamatkan satu poin lewat gol Matheus Cunha yang berbelok arah pada menit ke-89.

Reaksi Neville kali ini terasa lebih tajam karena ia bukan sosok sembarangan: ia mantan kapten United yang kini punya pengaruh besar lewat kanal media yang ia bangun. Ditambah lagi, hasil di Fulham melengkapi pekan yang sangat berat bagi United, setelah kalah di derby Manchester dan takluk dari Brighton di Old Trafford. Carrick pun memilih tidak menyalahkan pemainnya, dan menegaskan bahwa skuadnya masih memiliki keyakinan untuk melewati musim ini.

Kritik Pedas Gary Neville dan Momen 15 Menit yang Disorot

Neville bereaksi keras ketika gol bunuh diri Lisandro Martinez membuat Fulham unggul, tepat setelah penampilan Manchester United yang lamban berjalan lebih dari satu jam di Craven Cottage. Komentarnya merujuk pada periode buruk sekitar 15 menit di awal babak kedua hingga momen nahas Martinez tersebut. Bagi Neville, rentang waktu singkat itu sudah cukup untuk menggambarkan persoalan yang lebih besar di dalam tim.

“Saya sudah menonton Manchester United sejak usia lima tahun dan itu adalah 15 menit terburuk yang pernah saya lihat,” ujarnya. “Benar-benar memalukan.” Ia juga mempertanyakan sikap para pemain secara lebih luas. “Saya belum pernah melihat kurangnya usaha seperti itu. Apa yang sedang dipikirkan [Michael] Carrick?”

Untuk memberi konteks, Neville pernah menjadi bagian dari tim United yang kalah 3-1 dari Fulham di Old Trafford pada Oktober 2003. Dalam ingatan yang lebih dekat, United juga pernah kalah 7-0 di markas Liverpool serta dua kali dibantai 6-1 di kandang, masing-masing oleh Tottenham dan Manchester City. Artinya, Neville bukan orang yang asing dengan kekalahan memalukan, sehingga ucapannya kali ini terasa lebih menusuk.

Kronologi Pekan Kelam Manchester United

Kritik Neville tidak lahir dari ruang kosong. Pekan ini United lebih dulu kalah di derby Manchester melawan City, bahkan ketika lawannya sudah bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak pertama. Setelah itu, United menelan kekalahan kandang dari Brighton untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, dan itu terjadi setelah tim sempat unggul dua gol. Dua hasil tersebut membuat suasana di kalangan pendukung memanas sebelum laga di Fulham digelar.

Pertanyaan soal kebugaran pemain sebenarnya sudah muncul sejak masa pramusim. Ketika itu, gelandang Youri Tielemans mengungkapkan bahwa United tidak memprioritaskan lari sebagai bagian dari pendekatan latihan mereka. Isu ini kembali mencuat setelah laga melawan Fulham, dan komentar para pemain sendiri justru memperkuat perdebatan tersebut.

Cunha, pencetak gol penyelamat United, tidak sepenuhnya sependapat dengan Neville. Namun pernyataannya seusai laga kepada Sky Sports tetap menambah bahan diskusi soal kebugaran tim. “Di awal babak kedua mereka mengeluarkan lebih banyak energi daripada kami,” kata pemain asal Brasil itu. “Kami tidak bisa menerima ini.”

Carrick tentu punya pandangan berbeda. Ia menunjuk cara timnya terus menekan tuan rumah di fase akhir pertandingan, yang berujung pada gol penyama kedudukan Cunha, sebagai bukti bahwa skuadnya cukup bugar. “Cara kami menyelesaikan pertandingan, sebenarnya, tidak terlihat seperti itu. Kami menutup laga dengan sangat kuat dan terus mendorong. Menurut saya itu bukan masalah, tidak,” tegasnya.

Dampak bagi Carrick: Suara dari Tribun dan ‘Noise’ di Sekitar Klub

Dalam wawancaranya dengan BBC Match of the Day, Cunha juga menyinggung “kebisingan” atau noise yang selalu mengelilingi Manchester United. Neville adalah bagian penting dari kebisingan itu, baik secara langsung maupun melalui jaringan media yang terus ia kembangkan. Carrick sendiri sebelumnya pernah menyatakan bahwa ia mampu mengabaikan semua itu, tetapi menjaga fokus tidak selalu semudah ucapan.

Indikasinya terlihat dari reaksi suporter. Pendukung United, yang biasanya tetap membela tim di tengah kekecewaan, kali ini bersuara keras. Setelah melontarkan nyanyian bernada kecewa pada laga tengah pekan melawan Brighton, mereka mencemooh keputusan Carrick menarik gelandang populer timnas Inggris, Kobbie Mainoo, saat laga tersisa 11 menit.

Carrick merespons cemoohan itu dengan tenang. “Akan selalu ada reaksi tertentu ketika Anda melakukan pergantian,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa dirinya sudah berbicara dengan Mainoo setelah pertandingan dan memastikan sang pemain baik-baik saja. Menurut Carrick, emosi yang muncul wajar karena semua orang, termasuk suporter, sangat menginginkan tim melakukan hal yang benar.

“Saya tidak menganggapnya negatif atau tersinggung,” lanjutnya. Ia juga memuji dukungan yang diberikan suporter sepanjang laga dan menyebut setidaknya timnya sudah memberi sesuatu kecil untuk dibawa pulang. Persoalannya, hasil imbang melawan Fulham justru terasa sangat kecil karena tuan rumah memulai pertandingan dari dasar klasemen dan kini justru bertukar posisi dengan Tottenham.

Lima Poin dari Lima Laga dan Persoalan Skuad yang Menumpuk

Raihan lima poin dari lima pertandingan menempatkan United di peringkat ke-12, sudah tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen Manchester City. Jarak sebesar itu di awal musim tentu menjadi sinyal yang tidak nyaman bagi klub sebesar United. Ada pula sejumlah persoalan pemain yang membuat keadaan semakin rumit.

Rekrutan musim panas senilai £70 juta, Carlos Baleba, belum juga menjalani debutnya. Pemain yang lama absen karena cedera, Matthijs de Ligt, juga sama sekali tidak dilibatkan, padahal keduanya termasuk dalam skuad yang berangkat ke selatan pada Sabtu. Sementara itu, striker Benjamin Sesko melewatkan laga karena masalah tulang keringnya kambuh saat menghadapi Brighton, cedera yang sempat mengganggunya cukup lama musim lalu hingga membuatnya absen lebih dari tiga bulan.

Carrick mengaku belum mengetahui seberapa parah kondisi Sesko saat ini. “Pada titik ini” luasnya kerusakan belum bisa dipastikan, begitu ujarnya. Dengan daftar persoalan sepanjang itu, penampilan dan hasil United bisa dibilang jauh dari memuaskan, terutama jika dibandingkan dengan ekspektasi yang terbentuk setelah musim lalu.

Konteks Lebih Luas: Tiket, Utang, dan Rencana Stadion Baru

Tekanan terhadap Carrick tidak hanya datang dari sisi olahraga. Klub tengah menghadapi masalah peredaran tiket yang dipicu oleh langkah penindakan terhadap calo, dan kebijakan itu membuat banyak pendukung kesal. Pada hari Rabu, United akan merilis laporan keuangan setahun penuh hingga 30 Juni, momen yang biasanya membuka gambaran utuh besarnya utang klub saat ini.

Di sisi lain, muncul perdebatan umum soal kebijaksanaan membangun stadion baru yang diperkirakan menelan biaya lebih dari £2 miliar. Izin perencanaannya berpotensi diajukan bersamaan dengan masterplan utama Old Trafford, yang ditargetkan rampung pada akhir 2027 atau awal 2028. Semua isu ini bercampur menjadi satu, membentuk suasana yang tidak nyaman di sekitar klub.

Tak mengherankan jika Carrick, yang musim lalu secara tak terduga membawa United kembali ke Liga Champions, kini memimpin klub yang para pendukungnya merasa lesu. Carrick sendiri menolak melihatnya sebagai kehancuran. “Ini masih musim yang panjang dan Anda akan melewati berbagai fase. Itu bagian dari perjalanan,” katanya. “Ini bukan sprint, ini usaha jangka panjang.”

Ia juga menegaskan tidak sedang mengecilkan masalah. Carrick mengakui timnya menginginkan lebih banyak poin dan memahami frustrasi yang ada. Namun ia bersikeras bahwa rasa lesu tidak ada di dalam klub maupun di dalam kelompok pemain. Semangat yang ia lihat di lapangan, menurutnya, yang akan membawa United melewati musim ini.

Penutup

Kritik Gary Neville menjadi puncak dari pekan yang berat bagi Manchester United: kalah di derby Manchester, dipermalukan Brighton di kandang, lalu hanya mampu imbang melawan tim yang berada di dasar klasemen. Michael Carrick merespons dengan membela pemainnya, menyoroti cara timnya finis kuat, dan menegaskan bahwa persoalannya bukan kebugaran. Namun lima poin dari lima laga, peringkat ke-12, serta sejumlah cedera dan persoalan di luar lapangan membuat posisinya jauh dari kata nyaman.

Ke depan, hasil laporan keuangan dan perkembangan proyek stadion baru akan menambah lapisan tekanan tersendiri bagi klub. Yang paling mendesak tetap pertanyaan lama: kapan United mulai mengubah performa di lapangan menjadi poin. Selama itu belum terjawab, suara-suara seperti yang datang dari Neville akan terus menjadi bagian dari kebisingan yang harus dihadapi Carrick setiap pekan.