Oblak: Kemenangan Derby Atletico Madrid Sangat Penting

Kemenangan derby Atletico Madrid atas Real Madrid dengan skor 2-1 mendapat respons positif dari kiper Jan Oblak. Penjaga gawang asal Slovenia itu mengaku senang dengan tiga poin yang diraih timnya, sekaligus menilai kericuhan yang sempat terjadi di lorong stadion saat jeda bukanlah insiden yang serius.

Laga bertajuk Derbi Madrileno ini berjalan panas sejak babak pertama dan memuncak setelah turun minum. Atletico menutup pertandingan dengan kemenangan atas Real Madrid yang harus bermain dengan sepuluh pemain, sekaligus memperbaiki posisi mereka di papan klasemen LaLiga. Bagi Atletico, hasil ini terasa istimewa karena diraih di hadapan pendukung sendiri dan melawan rival sekota yang selama ini menjadi pesaing utama.

Jalannya Kemenangan Derby Atletico Madrid atas Real Madrid

Arah pertandingan baru benar-benar berubah pada babak kedua. Dean Huijsen menerima kartu merah setelah menarik Giuliano Simeone di dalam kotak penalti, sehingga Real Madrid harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain sementara Atletico mendapat hadiah penalti. Keputusan itu menjadi titik balik yang membuat tuan rumah semakin menguasai jalannya pertandingan.

Alejandro Grimaldo tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan mencetak gol dari titik putih pada menit ke-53. Hanya lima menit berselang, Jonathan David menggandakan keunggulan Atletico dan membuat posisi tim tuan rumah semakin nyaman. Dua gol cepat itu praktis mematahkan momentum Real Madrid yang sebelumnya masih berusaha menyeimbangkan permainan.

Real Madrid sempat memperkecil kedudukan lewat gol Antonio Rudiger di fase akhir pertandingan. Namun gol tersebut datang terlalu terlambat untuk mengubah hasil akhir, sehingga Atletico tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Klub juga mengunggah momen pertandingan ini melalui akun media sosial resmi mereka, @atletienglish, pada 20 September 2026.

Kericuhan di Lorong Stadion Saat Jeda

Momen paling memicu ketegangan justru terjadi saat jeda pertandingan. Antonio Rudiger dan Morten Hjulmand terlibat adu mulut hingga bersitegang di dalam lorong stadion, sehingga petugas keamanan terpaksa turun tangan untuk melerai keduanya. Insiden itu membuat suasana di area tersebut memanas setelah 45 menit pertama yang berjalan penuh benturan.

Akar perselisihan ini berasal dari tantangan ceroboh Lee Kang-In terhadap Federico Valverde di babak pertama. Mantan pemain Paris Saint-Germain itu dinilai lolos dari hukuman kartu, sebuah keputusan yang memicu kemarahan dari kedua kubu. Ketidakpuasan yang menumpuk itulah yang kemudian meledak menjadi ketegangan di lorong stadion.

Wasit Miguel Angel Ortiz Arias lantas mengusir dua anggota staf pelatih, masing-masing satu orang dari tiap tim. Salah satunya adalah Pedro Machado, asisten Jose Mourinho, dan Pablo Vercellone, pelatih kiper Diego Simeone. Pengusiran tersebut menambah panjang daftar insiden yang mewarnai jalannya laga derby kali ini.

Tanggapan Jan Oblak soal Kericuhan dan Kartu Merah

Menanggapi insiden tersebut, Oblak mengaku tidak mengetahui secara pasti detail pengusiran yang terjadi. Ia menyebut wasit telah meninjau kedua kejadian dan mengambil keputusannya sendiri. Kiper Atletico itu kemudian membandingkan keputusan tersebut dengan pengalaman timnya pada laga lain.

“Saya tidak tahu; wasit meninjau keduanya dan mengambil keputusannya,” kata Oblak. “Soal kartu merah itu, kalau kami diusir saat melawan Villarreal, yang ini seharusnya juga. Kalau kami tidak diusir saat melawan Villarreal, yang ini juga seharusnya tidak.”

Meski demikian, Oblak menegaskan bahwa kericuhan tersebut tidak sampai pada taraf serius. Menurutnya, yang terjadi hanyalah perbedaan pendapat antar pemain dari masing-masing tim. Ia bahkan mengaku baru mengetahui adanya pengusiran setelah pertandingan usai.

Dampak bagi Klasemen dan Catatan Diego Simeone

Hasil ini membawa Atletico Madrid semakin mendekat ke puncak klasemen LaLiga. Mereka kini hanya berjarak lima poin dari pemuncak klasemen, Barcelona, sekaligus berhasil melewati rival sekota mereka di tangga klasemen. Kemenangan ini pun terasa semakin berarti karena diraih langsung atas pesaing terdekat.

Catatan menarik lainnya datang dari rekor kandang Atletico pada laga derby melawan tim-tim dari Komunitas Madrid. Hasil ini menjadi rangkaian kemenangan kandang terpanjang dalam sejarah klub mereka dengan tujuh kemenangan beruntun. Bagi Diego Simeone, hasil ini juga mengakhiri tiga kekalahan beruntun melawan Jose Mourinho di kompetisi LaLiga.

Statistik Tembakan dan Konteks Persaingan LaLiga

Dominasi Atletico terlihat jelas dari statistik pertandingan. Tuan rumah mencatatkan expected goals (xG) sebesar 2,4 dari 18 tembakan, sementara tim asuhan Mourinho hanya melepaskan delapan percobaan dengan xG 0,3. Angka tersebut menunjukkan bahwa kemenangan Atletico bukan semata keberuntungan, melainkan buah dari tekanan yang konsisten sepanjang laga.

Bagi Oblak, tiga poin ini penting, tetapi ia tetap menekankan bahwa musim LaLiga masih panjang. Ia menilai ruang ganti timnya berada dalam kondisi yang sangat baik. Menurutnya, Atletico tampil cukup baik dalam beberapa pertandingan terakhir meski menghadapi lawan-lawan yang sulit.

Yang Menanti Atletico Berikutnya

Dengan raihan ini, Atletico berada dalam posisi yang menguntungkan untuk menjaga tekanan di papan atas klasemen. Jarak lima poin dari Barcelona masih terbuka untuk dikejar selama konsistensi performa bisa dipertahankan. Rekor kandang yang apik di laga derby juga menjadi modal mental tersendiri bagi skuad asuhan Simeone.

Di sisi lain, Real Madrid harus segera membenahi diri setelah kekalahan ini. Kartu merah Huijsen menjadi pengingat bahwa disiplin di laga-laga besar bisa menentukan hasil akhir. Persaingan di LaLiga sendiri masih panjang, sehingga kedua tim sama-sama memiliki waktu untuk memperbaiki posisi masing-masing.

Kemenangan derby Atletico Madrid kali ini menegaskan satu hal penting: tiga poin di laga sekelas Derbi Madrileno punya nilai lebih dari sekadar angka di klasemen. Bagi Oblak dan rekan-rekannya, hasil ini menjadi bukti bahwa mereka masih layak diperhitungkan dalam perebutan gelar musim ini. Tugas berikutnya adalah menjaga momentum tersebut agar tidak cepat menguap di pertandingan-pertandingan selanjutnya.