Unai Emery menegaskan tekadnya untuk memutar balik catatan kandang Aston Villa dan meraih kemenangan perdana di Villa Park musim ini ketika Fenerbahce datang bertandang pada laga Liga Champions. Pelatih asal Spanyol itu menyebut duel tersebut sebagai peluang emas untuk mengambil satu langkah maju dalam proses perbaikan timnya. Ambisi itu lahir dari kenyataan pahit bahwa seluruh kemenangan Villa musim ini justru diraih saat bermain di markas lawan.
Villa Park sendiri belakangan ini lebih sering menjadi tempat yang menyalip poin daripada tempat mengamankan poin, dan itu menjadi kontras dengan reputasi benteng yang dibangun Emery sejak ia tiba. Situasinya bertambah rumit karena sebagian tribun sedang dalam proses pembangunan, sehingga jumlah penonton berkurang. Meski begitu, Emery meyakini suporter yang hadir tetap bisa memberi dorongan yang cukup untuk mengubah arah musim ini.

Belum Sekali Pun Menang di Villa Park Musim Ini
Sepanjang musim ini, Aston Villa tercatat mengoleksi tiga kemenangan di semua kompetisi, yakni masing-masing satu di Premier League, EFL Cup, dan Liga Champions. Persamaan dari ketiga hasil itu adalah semuanya diraih ketika mereka bermain jauh dari Villa Park. Fakta tersebut membuat rekor kandang mereka terlihat janggal untuk ukuran tim yang biasanya sulit dikalahkan di depan pendukung sendiri.
Di Villa Park, pasukan Emery baru mengumpulkan satu poin. Poin itu didapat dari hasil imbang 2-2 melawan Brentford pada pertandingan kandang terakhir, setelah sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun di tempat yang sama. Catatan itu menjelaskan mengapa laga kontra Fenerbahce bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal mengembalikan kepercayaan diri di hadapan publik sendiri.
Emery tidak menampik bahwa situasi ini menuntut kerja ekstra di lapangan. Menurutnya, timnya perlu bermain dengan kualitas yang lebih baik, bersaing lebih keras, dan menjaga fokus lebih lama dibandingkan penampilan-penampilan sebelumnya. Perbaikan itu, katanya, harus terlihat dalam pertandingan, bukan hanya dalam sesi latihan atau ruang rapat.
Modal Sepuluh Kemenangan Beruntun di Eropa
Meski liga domestik berjalan timpang, ada satu catatan yang memberi Villa alasan untuk percaya diri di Eropa. Mereka memenangi sepuluh pertandingan kandang terakhir di kompetisi Eropa, sebuah rentetan yang menempatkan Villa Park sebagai salah satu markas paling angker di Benua Biru. Sepanjang abad ini, hanya dua klub Inggris yang mampu mencatat rentetan lebih panjang di kompetisi Eropa utama, yaitu Manchester City dengan 12 laga pada 2022-2024 dan Manchester United dengan 12 laga pada 2006-2008.
Artinya, jika Villa mampu menaklukkan Fenerbahce, mereka bukan sekadar mengakhiri puasa kemenangan kandang musim ini. Mereka juga menjaga tradisi kuat di kompetisi antarklub Eropa yang selama ini menjadi salah satu pijakan Emery dalam membangun tim. Rekor tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa performa kandang Villa di Eropa dan di liga domestik sedang berjalan di jalur yang berbeda.
Emery menyebut Villa Park sebagai sesuatu yang sangat istimewa bagi dirinya dan tim. Ia mengingat bagaimana tempat itu dijadikan benteng selama empat tahun masa kepemimpinannya, dan kini ia melihat tugas mengembalikan atmosfer tersebut sebagai tantangan baru. Menurutnya, tidak ada cara yang lebih baik untuk membuktikannya selain dengan kemenangan di laga berikutnya.
Tribun Utara Dibangun, Emery Minta Suporter Bersatu
Salah satu faktor yang membuat suasana kandang berbeda musim ini adalah pekerjaan pembangunan yang sedang berlangsung di Tribun Utara Villa Park. Akibatnya, kapasitas penonton berkurang dan jumlah suporter yang bisa hadir langsung ke stadion menjadi lebih sedikit. Emery menyadari hal itu, tetapi ia memilih melihatnya sebagai konsekuensi jangka panjang yang bermanfaat.
“Handicap kami adalah lebih sedikitnya suporter karena situasi ini, tetapi klub yang memutuskannya; ini sesuatu untuk memperbaiki kami di masa depan,” ujar Emery. “Kami harus berusaha bersatu, dan tanpa 7.000 suporter kami harus mendorong semua orang. Kami harus bermain sepak bola yang lebih baik, bersaing lebih baik dari yang kami lakukan, dan lebih fokus.”
Pelatih berusia itu juga menekankan bahwa timnya tidak menutup mata terhadap masalah yang ada. Ia mengaku sering berdiskusi dengan pemain, baik dalam pertemuan maupun melalui sesi video, agar perbaikan bisa segera terlihat. Namun ia jujur mengatakan bahwa hasilnya belum cukup, sehingga pekerjaan rumah masih menumpuk.
“Di Villa Park, kami belum menang, jadi sangat penting bagaimana kami bisa memperbaiki hal-hal agar lebih dekat dengan kemenangan,” lanjutnya. “Ini kesempatan yang sangat bagus untuk mengambil satu langkah maju dalam perbaikan itu, juga bagi para pemain, untuk mendapatkan kepercayaan diri dan merasa nyaman.”
Rekor Sempurna Kontra Fenerbahce
Di atas kertas, Fenerbahce bukan lawan yang menakutkan bagi Aston Villa. Dari tiga pertemuan yang sudah berlangsung, Villa memenangi semuanya, dan laga terakhir terjadi pada Januari tahun ini ketika mereka menang 1-0 di kandang lawan pada ajang Liga Europa. Rekor itu menjadi salah satu modal mental yang bisa dimanfaatkan Emery untuk membangkitkan timnya.
Hanya satu lawan yang memiliki catatan lebih baik melawan Villa daripada Fenerbahce, yaitu Bologna, dengan rekor sempurna 4 dari 4 pertemuan. Artinya, secara historis Villa memang punya kecenderungan menguasai duel-duel melawan wakil Turki tersebut. Namun, catatan sejarah tetap harus dibuktikan di lapangan, terutama karena laga kali ini berlangsung di Villa Park yang justru sedang tidak bersahabat bagi tuan rumah.
Badai Cedera di Sektor Kiri Pertahanan
Masalah Villa musim ini tidak hanya soal hasil, tetapi juga soal kebugaran pemain. Matteo Ruggeri masuk ke daftar cedera setelah ia ditarik keluar pada jeda babak pertandingan melawan Brentford. Emery mengaku belum mengetahui pasti berapa lama Ruggeri akan absen, tetapi memperkirakan pemain itu akan menepi lebih dari satu bulan.
“Ada jalan negatif untuk beberapa pemain, karena mereka cedera seperti Ruggeri,” kata Emery. “Kami harus mencoba mencari solusi karena Maatsen tidak tersedia. Saya pikir dia harus kembali dalam beberapa hari, satu atau dua minggu.”
Ian Maatsen yang masih belum pulih meninggalkan celah di posisi bek kiri, sehingga Emery harus mencari opsi lain untuk mengisi sektor tersebut. Kabar baiknya, rekrutan musim panas Leon Goretzka sudah masuk dalam skuad setelah pulih dari cedera lutut dan berpeluang menjalani debut. Sementara itu, George Hemmings masih merasakan nyeri ringan, meski ada kemungkinan ia kembali pada hari Sabtu.
Arti Penting Laga Ini bagi Aston Villa
Bagi Aston Villa, pertandingan melawan Fenerbahce bukan sekadar lanjutan jadwal Liga Champions. Ini adalah kesempatan untuk memutus lingkaran hasil buruk di kandang sekaligus menjaga momentum di kompetisi Eropa, tempat mereka justru tampil paling meyakinkan. Jika tren kandang tidak segera diperbaiki, tekanan akan semakin besar pada laga-laga domestik berikutnya.
Dari sisi Emery, laga ini juga menjadi ujian kepemimpinannya dalam mengelola skuad yang sedang terkikis cedera. Ia dituntut menemukan solusi di posisi bek kiri, menjaga keseimbangan lini tengah dengan kemungkinan debut Goretzka, dan tetap membuat tim bermain agresif tanpa kehilangan fokus. Kombinasi antara keterbatasan pemain dan ekspektasi tinggi inilah yang membuat laga ini terasa lebih berat dari biasanya.
Untuk para pemain sendiri, kemenangan kandang bisa menjadi suntikan kepercayaan diri yang selama ini sulit didapat. Emery secara terbuka menyebut bahwa timnya perlu merasa nyaman di Villa Park lagi, karena rasa nyaman itu yang biasanya mengubah tekanan menjadi energi positif.
Konteks Lebih Luas: Tradisi Kandang Tim Inggris
Rentetan kemenangan kandang Villa di Eropa menempatkan mereka dalam daftar elite bersama Manchester City dan Manchester United. Dua klub itu membuktikan bahwa konsistensi di kandang bisa menjadi fondasi perjalanan panjang di kompetisi Eropa. Villa kini berada di posisi yang memungkinkan mereka mengikuti jejak serupa, asalkan konsistensi itu dijaga.
Di sisi lain, pembangunan Tribun Utara menunjukkan bahwa klub sedang menyiapkan diri untuk jangka panjang, bukan hanya untuk satu musim. Konsekuensi jangka pendek berupa berkurangnya jumlah penonton memang tidak nyaman, tetapi arah kebijakan klub jelas mengarah pada peningkatan fasilitas dan kapasitas di masa depan. Karena itu, Emery memilih mendorong timnya beradaptasi alih-alih mengeluh.
Bagaimana pun, hasil di lapangan tetap menjadi penentu utama suasana. Jika Villa mampu mengalahkan Fenerbahce, narasi soal krisis kandang bisa dengan cepat berubah menjadi cerita tentang kebangkitan. Sebaliknya, hasil buruk akan memperkuat keraguan menjelang rangkaian pertandingan berikutnya.
Penutup
Unai Emery tidak menyembunyikan bahwa kemenangan pertama di Villa Park musim ini menjadi target yang mendesak, terlebih karena seluruh kemenangan Villa sejauh ini diraih di kandang lawan. Modal berupa sepuluh kemenangan beruntun di laga Eropa serta rekor tiga kemenangan dari tiga pertemuan melawan Fenerbahce memberi alasan untuk optimistis, meski cedera di sektor pertahanan dan pembangunan Tribun Utara menambah kerumitan tersendiri.
Laga melawan Fenerbahce punya makna ganda: mengakhiri puasa kemenangan kandang dan menjaga reputasi Villa Park sebagai benteng di kompetisi Eropa. Seperti disampaikan Emery, ini kesempatan untuk mengambil satu langkah maju dalam proses perbaikan yang sedang mereka jalani.