AC Milan vs Bologna: Amorim Dipuji di Tengah Krisis Cedera

AC Milan vs Bologna menjadi laga yang menyita perhatian karena Gerry Cardinale, pemilik AC Milan, memberikan pujian kepada Ruben Amorim. Ia menilai Amorim mampu menjaga ketahanan tim meskipun skuad dilanda cedera menjelang pertemuan tengah pekan. Pujian itu muncul setelah Milan melewati rangkaian hasil yang tidak sepenuhnya mulus, termasuk kekalahan di Eropa.

Pentingnya laga ini bukan hanya soal tiga poin. Milan sedang mengejar konsistensi di Serie A dan akan menghadapi pekan padat karena Bologna datang pada pertengahan pekan, tiga hari sebelum Derby della Madonnina pertama musim ini melawan Inter di San Siro. Karena itu, cara Amorim mengelola rotasi, menutup celah akibat cedera, dan menjaga momentum akan sangat menentukan.

AC Milan vs Bologna

Pujian Cardinale untuk Amorim

Cardinale, managing partner RedBird Capital, menyampaikan penilaiannya kepada Sky Sport Italia. Menurutnya, Milan terus menunjukkan perkembangan dan tetap tangguh setelah hasil mengecewakan di Eropa. Ia secara khusus menyoroti cara Amorim mengatur rotasi dan pergantian pemain.

Pernyataan itu merujuk pada respons Milan setelah kalah 3-0 dari Bournemouth di Europa League pada Kamis sebelumnya. Milan kemudian bangkit dengan kemenangan 2-0 atas Udinese di Serie A pada Minggu. Bagi Cardinale, kombinasi antara hasil dan cara tim bangkit membuat Milan berada dalam kondisi yang baik sebelum menjamu Bologna pada Rabu.

Pujian tersebut juga memberi gambaran bahwa manajemen menilai proses, bukan hanya skor akhir. Dengan skuad yang tidak lengkap, keputusan Amorim dalam memilih starter dan melakukan substitusi menjadi sorotan. Cardinale menilai hal itu membantu Milan tetap kompetitif di tengah jadwal yang menuntut.

Krisis Cedera yang Menguji Kedalaman Skuad

Milan menghadapi Bologna dengan beberapa pemain dilaporkan absen. Adrien Rabiot, Mario Gila, dan Diego Moreira disebut tidak akan tersedia untuk laga tersebut. Sementara itu, Ruben Loftus-Cheek dilaporkan harus menepi sekitar satu bulan karena masalah pada lutut.

Daftar cedera itu membuat Amorim tidak bisa sekadar mengandalkan susunan pemain ideal. Ia perlu mencari kombinasi yang tetap seimbang di lini tengah dan belakang, terutama karena laga melawan Bologna menjadi bagian dari pekan sibuk. Rotasi yang tepat menjadi kunci agar Milan tidak kehilangan intensitas sebelum menghadapi Inter.

Dalam kondisi seperti ini, kualitas kedalaman skuad benar-benar diuji. Pemain pengganti dituntut langsung masuk ke ritme permainan, sementara pemain inti yang tersisa harus menjaga beban menit. Itulah sebabnya pujian Cardinale terhadap pengelolaan rotasi Amorim terasa relevan, bukan sekadar bentuk dukungan manajemen.

Tren Milan dan Modal Menuju AC Milan vs Bologna

Di Serie A, Milan masih belum terkalahkan setelah delapan pertandingan di bawah Amorim. Mereka mengumpulkan 18 poin dan menjaga posisi kompetitif di klasemen. Hasil terakhir, kemenangan 2-0 di Udinese, menjadi respons penting setelah kekalahan di Eropa.

Sebelum itu, Milan juga menang 3-2 atas Atalanta. Jika mampu mengalahkan Bologna, Milan berpeluang meraih tiga kemenangan Serie A beruntun untuk pertama kalinya pada 2026. Terakhir kali mereka melakukannya adalah antara November dan Desember 2025, ketika menghadapi Inter, Lazio, dan Torino.

Bologna sendiri bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Mereka mengoleksi delapan poin dari delapan laga dan baru saja menang 2-0 di Cagliari. Nicolo Casale dan Federico Bernardeschi menjadi pencetak gol dalam kemenangan itu, sehingga Milan perlu waspada terhadap organisasi permainan dan serangan balik Bologna.

Pemain Kunci: Pulisic dan Bernardeschi

Di kubu Milan, Christian Pulisic menjadi pemain yang paling layak diperhatikan. Ia terlibat dalam empat gol, terdiri dari dua gol dan dua assist, pada tujuh laga Serie A terakhirnya. Jumlah keterlibatan gol itu sama dengan yang ia catat dalam 20 pertandingan sebelumnya, yakni tiga gol dan satu assist.

Sejak debut Serie A bersama Milan pada 2023-24, Pulisic menjadi satu-satunya pemain yang mencetak 30 gol atau lebih dan memberikan 20 assist atau lebih. Totalnya mencapai 55 keterlibatan gol, dengan rincian 33 gol dan 22 assist. Statistik itu menunjukkan peran Pulisic bukan hanya sebagai penyerang, tetapi juga kreator peluang.

Dari sisi Bologna, Federico Bernardeschi adalah satu-satunya pemain mereka yang mencetak lebih dari satu gol di Serie A musim ini. Ia sudah mengoleksi dua gol dan berpeluang mencetak gol dalam laga liga beruntun untuk kedua kalinya sepanjang karier. Sebelumnya, hal serupa ia lakukan pada November 2016 bersama Fiorentina.

Prediksi AC Milan vs Bologna dan Peluang dari Opta

Rekor pertemuan membuat Milan lebih diunggulkan. Mereka hanya kalah sekali dalam 21 laga Serie A terakhir melawan Bologna, yaitu 1-2 pada Februari 2025, dengan catatan 16 kemenangan dan empat imbang. Milan juga memenangi tiga pertemuan terakhir antara kedua tim.

Setelah menang 1-0 pada September 2025 dan 3-0 pada Februari tahun ini, Milan berpeluang menang tiga kali beruntun atas Bologna tanpa kebobolan. Jika terwujud, ini akan menjadi yang kedua dalam sejarah Serie A Milan, setelah periode Mei 2016 hingga Mei 2017.

Milan juga menang pada tiga laga kandang pertama Serie A musim ini. Mereka kini berpeluang mencatat empat kemenangan beruntun di kandang pada awal musim untuk kelima kalinya sejak era tiga poin pada 1994-95, setelah 2021-22, 2005-06, 2002-03, dan 1995-96.

Di sisi lain, Raffaele Palladino bisa menjadi manajer ketiga yang memenangi tiga laga away Serie A pertamanya bersama Bologna. Sebelumnya ada Jozsef Violak pada September-Oktober 1946 dan Gyorgy Sarosi pada November-Desember 1957. Meski begitu, Opta menempatkan Milan sebagai favorit di kandang dengan peluang kemenangan 57,4%, Bologna 20,1%, dan imbang 22,5%.

Penutup

Pujian Cardinale menunjukkan bahwa Amorim dinilai berhasil menjaga Milan tetap kompetitif meski skuad pincang. Hasil di lapangan, terutama kebangkitan setelah kekalahan dari Bournemouth, menjadi bukti bahwa rotasi dan perubahan taktik berjalan cukup baik. Namun, ujian sebenarnya tetap datang dari pertandingan, bukan dari komentar di luar lapangan.

AC Milan vs Bologna akan menjadi penentu momentum sebelum Derby della Madonnina melawan Inter. Dengan rekor pertemuan yang kuat dan dukungan Opta, Milan berstatus favorit. Tetapi cedera yang menumpuk dan jadwal padat membuat Bologna tetap punya peluang untuk menyulitkan tuan rumah.