Man City Menang 3-0 di Anfield, Anderson: Kami Makin Solid

Elliot Anderson menyebut para pemain Manchester City kini “lebih bersatu dari sebelumnya” setelah Man City menang 3-0 di Anfield atas Liverpool pada lanjutan Premier League akhir pekan ini. Pernyataan itu dilontarkan di tengah badai pemberitaan yang menerpa klub akibat vonis bersalah dari Premier League. Kemenangan tersebut menjadi jawaban paling nyaring bagi City, yang selama ini menegaskan tidak melakukan pelanggaran apa pun.

Vonis itu sendiri keluar saat jeda internasional, sehingga City baru kembali bertanding setelah kontroversi mencuat ke permukaan. Alih-alih goyah, skuad asuhan Enzo Maresca justru tampil dominan di kandang lawan yang dikenal angker. Hasil ini menegaskan bahwa persoalan di luar lapangan tidak serta-merta mengganggu performa mereka di kompetisi domestik.

Man City

Man City Menang 3-0 di Anfield Tanpa Terpengaruh Tekanan

City tampil sebagai pemenang dengan skor 3-0, sebuah hasil yang terbilang meyakinkan mengingat lawan yang dihadapi adalah Liverpool di Anfield. Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki masing-masing menyumbang gol, sementara Liverpool harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Ryan Gravenberch dikartu merah. Kemenangan ini membuat City menjadi satu-satunya tim yang berhasil menyapu bersih enam pertandingan pertama mereka di Premier League musim ini.

Gol Cherki menjadi penutup yang istimewa karena lahir dari rangkaian umpan panjang yang melibatkan hampir seluruh lini tim. City mencatatkan 41 umpan dalam proses terciptanya gol tersebut, jumlah terbanyak untuk sebuah gol Premier League sejak Phil Foden mencetak gol untuk City melawan Nottingham Forest pada September 2023 dengan 46 umpan. Angka itu menunjukkan bahwa gol penutup tersebut bukan hasil aksi individu semata, melainkan buah dari kerja kolektif yang rapi.

Meski menang besar, suasana di Merseyside jauh dari ramah. City mendapat sambutan dingin dari penonton tuan rumah, dan hal itu diakui langsung oleh Anderson. Baginya, tekanan dari luar justru menjadi pemicu tambahan bagi para pemain untuk membuktikan diri di lapangan.

Latar Belakang: Vonis Bersalah dan Bayang-Bayang Sanksi

Kemenangan di Anfield tidak bisa dilepaskan dari konteks yang melingkupinya. Selama jeda internasional, Premier League mengonfirmasi bahwa Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap aturan keuangan kompetisi pada periode 2009-10 hingga 2017-18. Selain itu, klub juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar tuduhan yang berkaitan dengan kegagalan mereka bekerja sama dengan investigasi yang dijalankan liga.

City hingga kini tetap bersikeras bahwa mereka tidak bersalah dan telah mengajukan banding atas putusan tersebut. Namun, langkah banding itu tidak lantas menghentikan perbincangan soal kemungkinan hukuman yang menanti. Sejumlah skenario sanksi ramai dibahas di media, mulai dari denda, pengurangan poin, degradasi, hingga kemungkinan pencabutan gelar-gelar historis yang pernah diraih klub.

Karena itulah laga di Anfield menjadi semacam ujian mental bagi para pemain. Mereka harus bertanding di bawah sorotan yang jauh lebih besar dari biasanya, dengan pertanyaan soal masa depan klub menggantung di udara. Fakta bahwa mereka mampu menutup pertandingan tanpa kebobolan menunjukkan bahwa fokus mereka tetap terjaga.

Tekanan Eksternal Jadi Bahan Bakar Motivasi Skuad

Anderson mengakui bahwa cara pihak luar membicarakan vonis bersalah terhadap City justru memberi mereka motivasi tambahan. Ia menegaskan bahwa kebersamaan di dalam ruang ganti menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi seperti sekarang. Menurutnya, kondisi semacam ini mau tidak mau menuntut seluruh pemain untuk saling menempel dan bahu-membahu.

“Kami semua sangat bersatu, lebih bersatu dari sebelumnya, dan saya rasa kami memang harus seperti itu,” ujar Anderson. “Kami harus tetap bersama. Saya pikir situasi ini benar-benar menyatukan kami.”

Lebih lanjut, ia menyebut tekanan itu memunculkan tekad untuk membungkam lawan di kandangnya sendiri. Ia menyadari bahwa suasana di Anfield akan menekan mereka, tetapi justru itu yang membuat kemenangan terasa lebih berarti. Ia pun menilai skuad City saat ini punya kualitas pemain dan pelatih yang mumpuni, sehingga peluang untuk terus berkembang masih terbuka lebar.

“Ini memberi Anda tekad untuk datang ke sini, ketika semua orang melawan Anda, dan membalikkan keadaan, yang berhasil kami lakukan,” tambahnya. “Kami punya sejumlah pemain luar biasa dan pelatih yang luar biasa, jadi kami hanya akan semakin baik, dan saya menantikan itu.”

Anderson Dominan dan Catatan Statistik di Anfield

Di balik kemenangan kolektif itu, Anderson tampil sebagai salah satu pemain paling menonjol di lapangan. Ia mencatatkan sentuhan terbanyak di pertandingan tersebut dengan 100 kali, disertai 71 umpan akurat dari 78 percobaan. Ia juga memenangi 11 dari 17 duel yang dijalaninya, menjadikannya pemain dengan angka terbaik di ketiga kategori itu sepanjang laga.

Catatan itu melengkapi rekornya melawan Liverpool. Anderson pernah menang di Anfield bersama Nottingham Forest pada musim 2024-25 dengan skor 1-0 dan pada musim 2025-26 dengan skor 3-0. Berkat rentetan itu, ia menjadi pemain ketujuh yang mampu menang pada tiga penampilan tandang pertamanya melawan Liverpool di Premier League.

Peningkatan City juga terlihat dari sisi statistik tim. Pada babak pertama, City hanya mencatatkan 0,07 expected goals, angka yang sangat kecil untuk ukuran tim sebesar mereka. Namun di babak kedua, angka itu melonjak menjadi 1,21 expected goals, menandakan perubahan pendekatan yang signifikan setelah turun minum. Anderson pun mengakui bahwa kualitas mereka di babak kedua jauh lebih baik dibanding paruh pertama pertandingan.

“Di babak kedua kami menunjukkan kualitas yang jauh lebih baik daripada babak pertama,” katanya. “Suasananya sangat berisik di babak pertama, tapi kami benar-benar berhasil meredamnya di babak kedua, menjalankan rencana dengan lebih baik, dan mencetak tiga gol yang benar-benar bagus.”

Berikutnya: Ujian Berat Melawan PSG di Liga Champions

Setelah menaklukkan Liverpool, City tidak punya waktu lama untuk bersantai. Mereka akan kembali bermain pada Rabu mendatang dengan menjamu Paris Saint-Germain di Etihad Stadium pada laga Liga Champions. Ini menjadi ujian berat berikutnya, terutama karena PSG datang sebagai juara bertahan dua kali di kompetisi tersebut.

Duel ini akan menjadi tolok ukur seberapa jauh City mampu mempertahankan momentum yang mereka bangun di Premier League. Pertandingan melawan tim sekelas PSG menuntut konsistensi performa sekaligus ketahanan mental yang sama seperti ketika mereka bermain di Anfield. Jika City mampu tampil dengan level yang setara, kemenangan atas Liverpool bisa menjadi titik balik yang penting bagi musim mereka.

Penutup

Kemenangan 3-0 di Anfield memperlihatkan bahwa Manchester City mampu memisahkan urusan di lapangan dengan tekanan vonis yang menerpa klub. Anderson menegaskan bahwa kebersamaan skuad justru menguat di tengah situasi sulit, dan hal itu tercermin dari performa kolektif mereka melawan Liverpool. Catatan statistiknya sendiri, mulai dari 100 sentuhan hingga 71 umpan akurat, menegaskan bahwa kontribusinya tidak sekadar bicara soal kata-kata.

Meski begitu, persoalan vonis dan banding masih akan terus menghantui City dalam beberapa waktu ke depan. Bagaimana mereka menjaga fokus saat menghadapi PSG di Liga Champions akan menjadi indikasi apakah mentalitas “lebih bersatu dari sebelumnya” yang disebut Anderson benar-benar bertahan lama, bukan hanya bertahan untuk satu malam di Merseyside.