Manchester United vs AC Milan dalam laga uji coba pramusim berakhir dengan kemenangan telak 4-2 untuk AC Milan. Goncalo Ramos dan Samuel Chukwueze menjadi bintang kemenangan AC Milan dengan masing-masing mencetak satu gol dan dua assist. Pelatih Ruben Amorim pun sukses membawa timnya mengalahkan mantan klubnya sendiri.
Laga yang digelar di Tarczynski Arena ini menjadi ujian penting bagi kedua tim menjelang kompetisi musim 2026-27. Manchester United, yang hanya berselang sepekan lagi memulai Premier League, masih menunjukkan banyak kelemahan di lini belakang. Sementara itu, AC Milan tampil meyakinkan dan siap menatap Serie A yang akan dimulai dengan laga tandang melawan Torino pada 23 Agustus.

Jalannya Pertandingan Manchester United vs AC Milan
Manchester United membuka laga dengan sangat agresif dan langsung unggul pada menit kedua. Harry Maguire menjadi pencetak gol setelah menyundul sepak pojok Bruno Fernandes, sementara Lorenzo Torriani yang menggantikan Mike Maignan di bawah mistar Milan hanya bisa terpaku melihat bola masuk. Namun keunggulan cepat ini tidak membuat Milan gentar, karena tim tamu mulai menguasai bola dan menekan pertahanan United.
Milan menyamakan kedudukan pada menit ke-37 melalui skema serangan yang apik. Ramos menunjukkan keunggulannya dengan memberi umpan matang kepada Chukwueze yang tinggal mendorong bola ke gawang kosong. Sebelum babak pertama usai, United sebenarnya mendapat peluang emas untuk kembali unggul setelah Youri Tielemans dijatuhkan Koni De Winter di kotak penalti, tetapi Torriani tampil gemilang dengan menebak arah tendangan Bruno Fernandes ke sisi kanan gawangnya.
Enam menit setelah turun minum, United kembali memimpin melalui aksi Dorgu. Gol ini berawal dari kesalahan fatal Filippo Terracciano yang mengoper bola langsung ke Dorgu, yang kemudian menaklukkan kiper Milan dengan tenang. Namun kegembiraan United hanya bertahan sebentar karena Alphadjo Cisse menyodok umpan silang Chukwueze di tiang jauh untuk menyamakan skor kembali.
Milan akhirnya berbalik unggul pada menit ke-68 melalui sundulan Ramos yang menyambut umpan akurat Chukwueze di kotak penalti. Tiga menit kemudian, Ruben Loftus-Cheek memastikan kemenangan Milan dengan menuntaskan umpan terobosan Ramos setelah lolos dari kawalan Lisandro Martinez. United nyaris kebobolan lagi andai Senne Lammens tidak menggagalkan peluang Francesco Camarda mencetak gol kelima untuk Milan.
Penalti Gagal Bruno Fernandes dan Kembalinya Marcus Rashford
Salah satu momen paling krusial dalam pertandingan ini terjadi saat kedudukan masih imbang 1-1. United mendapatkan hadiah penalti setelah Milan melakukan kesalahan besar di lini belakang, tetapi Bruno Fernandes gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Torriani sukses menebak arah tendangan Fernandes dan menepis bola ke sisi kanan gawangnya, sekaligus menjadi penyelamat Milan di momen penting tersebut.
Di sisi lain, kehadiran Marcus Rashford menjadi perhatian tersendiri bagi para pendukung Manchester United. Rashford tampil untuk pertama kalinya sejak 2024 setelah masuk sebagai salah satu dari enam pergantian pemain yang dilakukan Michael Carrick pada menit ke-60. Namun kembalinya Rashford tidak banyak mengubah jalannya pertandingan, karena Milan justru tampil semakin dominan dan akhirnya memastikan kemenangan lewat dua gol tambahan.
Analisis: Pekerjaan Rumah Carrick dan Balas Dendam Amorim
Kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi serius bagi Michael Carrick menjelang musim 2026-27. Ketika Amorim hengkang dari Manchester United pada Januari lalu, timnya berada di posisi keenam dengan hanya delapan kemenangan dari 20 laga Premier League. Carrick yang mengambil alih sebagai pelatih interim berhasil membawa United finis ketiga dengan 12 kemenangan dari 17 pertandingan terakhir dan mengoleksi 39 poin, jumlah terbanyak dibanding tim mana pun pada periode tersebut.
Namun dalam laga kontra AC Milan, Amorim justru tampil sebagai pelatih yang memiliki segala jawaban. Milan dengan mudah membongkar pertahanan United dan menciptakan banyak peluang berbahaya sepanjang pertandingan. Data membuktikan dominasi tersebut, di mana Milan mencatatkan expected goals (xG) sebesar 3,21 dari 13 tembakan, jauh lebih baik dibanding United yang hanya 1,78 dari 10 percobaan.
Bagi Amorim, kemenangan ini jelas memiliki makna pribadi karena ia berhasil mengalahkan klub yang pernah ia tinggalkan. Namun bagi United, hasil ini menjadi alarm bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum Premier League dimulai. Lini pertahanan yang terlalu mudah ditembus menjadi masalah utama yang harus segera dibenahi Carrick.
Duet Ramos dan Chukwueze, Senjata Baru Milan
Penampilan Goncalo Ramos dan Samuel Chukwueze menjadi sorotan utama dalam laga ini. Ramos, yang didatangkan dengan biaya besar dari Paris Saint-Germain, benar-benar menunjukkan kualitasnya dengan mencatatkan empat sentuhan di area pertahanan United. Pemain asal Portugal itu juga menciptakan tiga peluang, jumlah yang sama dengan Chukwueze dan menjadi yang tertinggi dalam pertandingan.
Chukwueze sendiri tampil luar biasa dengan torehan satu gol dan dua assist, plus enam sentuhan di kotak penalti lawan. Kombinasi keduanya terbukti merepotkan lini belakang United yang kesulitan mengantisipasi pergerakan dan umpan-umpan silang dari sisi sayap. Jika duet ini terus konsisten, Milan berpotensi menjadi salah satu tim paling berbahaya di Serie A musim ini.
Jadwal Berikutnya dan Prospek Kedua Tim
AC Milan akan memulai perjalanan mereka di Serie A musim 2026-27 dengan laga tandang melawan Torino pada 23 Agustus. Kemenangan telak atas Manchester United ini tentu menjadi modal berharga bagi Amorim untuk membangun kepercayaan diri skuadnya. Sementara itu, Manchester United masih harus bekerja keras menjelang laga tandang melawan Hull City yang baru promosi pada Sabtu pekan depan di Premier League.
Bagi United, laga melawan Hull City akan menjadi ujian nyata pertama mereka di musim kompetisi resmi. Performa yang ditunjukkan saat melawan AC Milan jelas jauh dari standar yang diharapkan. Sebaliknya, Milan bisa tersenyum karena persiapan mereka berjalan mulus dengan kemenangan meyakinkan atas salah satu raksasa Inggris.
Kemenangan 4-2 ini menjadi bukti bahwa AC Milan siap bersaing di musim 2026-27, sekaligus memberi kepuasan tersendiri bagi Amorim yang berhasil mengalahkan mantan klubnya. Di sisi lain, Manchester United masih punya banyak pekerjaan rumah untuk mengejar ketertinggalan kualitas dari tim-tim terbaik Eropa. Akankah Carrick mampu membenahi timnya sebelum Premier League bergulir? Waktu yang akan menjawab.