Resmi! Xavi Jadi Pelatih Belanda hingga Piala Dunia 2030

Xavi resmi menjadi pelatih Belanda. Kabar ini terkonfirmasi setelah timnas Oranye mengumumkan penunjukan ikon Barcelona itu dengan kontrak hingga akhir Piala Dunia 2030. Keputusan ini disebut sebagai kejutan besar karena nama Xavi tidak banyak disebut dalam bursa calon pengganti Ronald Koeman.

Penunjukan ini terjadi setelah Belanda berpisah dengan Ronald Koeman untuk kedua kalinya usai Piala Dunia 2026. Di turnamen tersebut, Oranye tampil impresif di fase grup sebelum akhirnya tersingkir di babak 32 besar. Kini, Xavi dipercaya membawa tim yang sama meraih hasil lebih baik di dua turnamen besar berikutnya.

Kejutan Besar: Xavi Gantikan Koeman

Xavi ditunjuk sebagai pelatih kepala Belanda setelah Ronald Koeman berpisah dengan tim untuk kedua kalinya. Kepergian Koeman merupakan konsekuensi dari kegagalan Oranye di Piala Dunia 2026, di mana mereka hanya sanggup melaju hingga babak 32 besar. Padahal, di fase grup, Belanda tampil meyakinkan dengan keluar sebagai juara grup yang berisi Jepang, Swedia, dan Tunisia.

Perjalanan Belanda akhirnya terhenti setelah kalah adu penalti dari Maroko. Laga tersebut berakhir imbang 1-1 setelah 120 menit pertandingan, sebelum Maroko tampil lebih unggul dari titik penalti. Dengan kontrak baru hingga 2030, Xavi diharapkan mampu membawa Oranye tampil lebih jauh di turnamen-turnamen berikutnya.

Kandidat yang Sempat Dikaitkan dengan Timnas Belanda

Sejak Koeman hengkang, nama-nama besar langsung dikaitkan dengan kursi pelatih Belanda. Erik ten Hag dan Arne Slot, dua pelatih asal Belanda, menjadi kandidat yang paling banyak disebut pengamat. Roberto Martinez juga sempat masuk daftar calon setelah pengalamannya menangani Belgia dan Portugal.

Martinez, yang merupakan pelatih asal Spanyol, sempat dianggap sebagai kandidat terdepan. Namun, federasi Belanda akhirnya memilih pelatih Spanyol lain yang tak kalah mentereng, yaitu Xavi. Keputusan ini menunjukkan keberanian federasi untuk mengambil jalan yang tidak terduga, sekaligus menjadi sinyal bahwa Belanda ingin mencoba pendekatan baru.

Xavi Pelatih Belanda Pertama dari Luar Negeri sejak 1978

Penunjukan Xavi langsung mencatatkan sejarah bagi timnas Belanda. Ia menjadi pelatih asing pertama yang menangani Oranye sejak Ernst Happel pada musim 1977-1978. Torehan ini menutup rentang waktu hampir 50 tahun di mana kursi pelatih Belanda selalu dipegang oleh pelatih lokal.

Hubungan Xavi dengan Belanda sendiri sudah terjalin sejak lama. Debutnya bersama timnas Spanyol terjadi pada 2000 dalam laga persahabatan melawan Belanda. Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Xavi bahkan menjadi bagian dari tim Spanyol yang mengalahkan Belanda di partai final.

Sebelum menangani Belanda, Xavi terakhir kali melatih Barcelona hingga 2024. Selama di Blaugrana, ia mencatatkan 90 kemenangan, 23 hasil imbang, dan 29 kekalahan dalam 142 pertandingan. Persentase kemenangannya mencapai 62,7 persen, dengan gelar LaLiga dan Supercopa de Espana pada musim 2022-23 sebagai pencapaian terbaiknya.

Euro 2028, Piala Dunia 2030, dan Dinamika Politik Sepak Bola

Kontrak empat tahun yang ditandatangani Xavi berarti ia akan memimpin Belanda di Euro 2028. Turnamen ini akan digelar di Inggris, Wales, Skotlandia, dan Republik Irlandia. Setelah itu, Xavi dijadwalkan menukangi Oranye pada Piala Dunia 2030 yang menjadi ajang bersama Portugal, Spanyol, dan Maroko sebagai tuan rumah.

Namun, Xavi juga harus menghadapi ketidakpastian yang datang dari luar lapangan. Negara-negara UEFA saat ini tengah mengancam akan memboikot kompetisi yang digelar FIFA. Tekanan terhadap Gianni Infantino untuk mundur dari jabatan presiden FIFA semakin kuat, dan hal ini berpotensi memengaruhi pelaksanaan turnamen global ke depan.

Penunjukan Xavi sebagai pelatih Belanda jelas menjadi salah satu keputusan paling berani dalam sejarah sepak bola Belanda modern. Dengan rekam jejaknya sebagai pemain dan pelatih, Xavi membawa modal besar untuk membangun tim yang kompetitif. Kini, semua mata akan tertuju pada bagaimana ia menjawab ekspektasi tinggi publik Oranye di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.