Bek Chelsea, Wesley Fofana, buka suara soal masa depan klubnya. Ia menegaskan bahwa Chelsea butuh stabilitas menjelang musim 2026-27, yang menjadi musim perdana The Blues di bawah arahan manajer anyar, Xabi Alonso. Menurut pemain asal Prancis itu, semua pihak di Stamford Bridge sudah sama-sama sadar bahwa konsistensi adalah kunci untuk kembali berjaya.
Pernyataan ini tentu bukan tanpa dasar. Sejak BlueCo mengambil alih kepemilikan klub pada 2022, Chelsea telah menggelontorkan dana lebih dari £1 miliar untuk belanja pemain. Dalam periode yang sama, mereka juga sudah berganti sembilan pelatih kepala, termasuk pelatih interim, sebelum akhirnya Xabi Alonso resmi memegang kendali untuk musim 2026-27.
Fofana: Semua Tahu Chelsea Butuh Stabilitas
Fofana tidak menutup-nutupi situasi yang sedang dihadapi Chelsea. Ia mengungkapkan bahwa pembicaraan soal stabilitas sebenarnya sudah mengemuka sejak musim lalu. Bahkan, para direktur klub disebutnya memiliki pandangan yang sama dengan para pemain mengenai perlunya kondisi yang lebih tenang dan konsisten di dalam tim.
“Saya pikir semua orang tahu kami butuh stabilitas,” ujar Fofana kepada BBC Sport. “Kami membicarakannya musim lalu dengan para direktur dan mereka mengatakan hal yang sama. Mereka berpikir dengan cara yang sama seperti para pemain. Kami butuh stabilitas.”
Pernyataan ini menjadi semacam pengakuan terbuka bahwa Chelsea sedang berada dalam fase transisi yang panjang. Sejak ditinggalkan Antonio Conte, yang bertahan dua musim penuh pada 2016-2018 sekaligus membawa gelar Premier League terakhir bagi klub, Chelsea belum pernah lagi punya pelatih yang bertahan lama. Alih-alih, kursi manajer di Stamford Bridge terus berganti-ganti.
Perjalanan Fofana di Chelsea: Dari Cedera hingga Bangkit
Fofana sendiri merupakan salah satu pembelian besar pertama Chelsea di era BlueCo. Ia direkrut dari Leicester City pada Agustus 2022 dengan biaya mencapai £75 juta. Namun, kariernya di Stamford Bridge tidak langsung mulus karena cedera berkepanjangan membatasi penampilannya menjadi hanya 32 pertandingan dalam tiga musim pertamanya.
Meski begitu, musim lalu Fofana berhasil bangkit dan tampil dalam 38 pertandingan, dengan 31 di antaranya sebagai starter. Performa ini menunjukkan bahwa bek asal Prancis itu mulai menemukan kembali kebugarannya. Tak hanya itu, ia juga mendapat menit bermain yang cukup melimpah dalam laga-laga pramusim di bawah arahan Xabi Alonso.
Perombakan Besar dan Daftar Pemain ‘Untouchable’
Selain pergantian pelatih, Chelsea juga dikenal sangat aktif di bursa transfer. Pada jendela transfer musim panas ini saja, tercatat ada sepuluh pemain baru yang didatangkan. Beberapa di antaranya adalah nama-nama mengejutkan seperti Jordan Henderson dan Danny Welbeck yang datang sebagai pemain senior, serta Morgan Rogers dan Maxence Lacroix yang diboyong dengan nilai transfer besar.
Di tengah derasnya arus pemain masuk, Chelsea disebut-sebut memiliki daftar pemain yang dianggap untouchable alias tak tersentuh. Beberapa nama besar seperti Cole Palmer dan Reece James masuk dalam daftar tersebut. Menurut laporan, jumlah pemain dalam daftar itu mencapai sembilan hingga sepuluh orang, dan Fofana mengaku mengetahui hal ini.
“Kami punya banyak, saya pikir ada sembilan atau sepuluh pemain untouchable,” kata Fofana. “Semua orang harus tampil baik, berlatih dengan baik, dan setelah itu manajer yang mengambil keputusan. Memang seperti itu untuk semua orang.”
Persaingan Ketat dan Sikap Fofana
Dengan begitu banyak pemain baru dan persaingan yang semakin ketat, Fofana sadar bahwa tidak ada jaminan tempat di tim inti. Ia mengaku akan terus berusaha tampil maksimal dalam latihan dan menjaga kebugaran. Menurutnya, keputusan akhir tetap berada di tangan manajer.
“Mungkin beberapa pemain akan pergi, yang lain akan datang lagi,” jelasnya. “Untuk diri saya sendiri, ini tentang berlatih dengan baik, berusaha untuk bugar, dan kemudian kita lihat apa yang dilakukan manajer.” Ia pun sadar bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman di skuad sekelas Chelsea.
Fofana juga menunjukkan sikap dewasa ketika ditanya soal kemungkinan didepak dari klub. Ia menyatakan bahwa jika klub menyampaikan tidak lagi membutuhkannya, ia akan menerima keputusan tersebut. Meski mengaku akan merasa sedih, ia menegaskan bahwa hal semacam itu adalah bagian dari dunia sepak bola.
“Jika klub memberi tahu saya bahwa mereka tidak lagi membutuhkan saya, ya begitulah. Tentu saja saya akan sedih, tetapi ini sepak bola. Kamu tidak bisa berkata ‘saya punya tempat saya dan saya pasti bermain’,” tegasnya.
Jadwal Chelsea: Uji Coba Terakhir dan Pembuka Liga Inggris
Chelsea akan menjalani laga pramusim terakhir mereka dengan menjamu Real Sociedad pada Sabtu ini. Pertandingan ini menjadi ajang terakhir bagi Alonso untuk meracik tim sebelum kompetisi resmi dimulai. Setelah itu, The Blues akan langsung menghadapi ujian berat di pekan pembuka Premier League.
Pada 24 Agustus nanti, Chelsea dijadwalkan bertandang ke markas rival sekota mereka, Fulham, dalam laga pembuka musim 2026-27. Laga ini tentu menjadi momen penting untuk melihat sejauh mana kesiapan tim asuhan Xabi Alonso menghadapi musim yang penuh tantangan. Sekaligus, ini menjadi pembuktian awal apakah stabilitas yang diharapkan Fofana benar-benar terwujud di lapangan.
Dengan segala dinamika yang ada, musim 2026-27 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Chelsea dan Xabi Alonso. Setelah bertahun-tahun dilanda ketidakstabilan, baik di kursi pelatih maupun di bursa transfer, The Blues kini dituntut untuk segera menemukan ritme yang konsisten. Pertanyaannya kini tinggal satu: mampukah mereka mengakhiri era ketidakpastian dan kembali bersaing di papan atas Premier League?
