Penjualan Saham Liverpool: FSG Terima Tawaran dari Konsorsium Amit Bhatia
Kabar penjualan saham Liverpool memasuki babak baru setelah Fenway Sports Group (FSG) dikabarkan menerima tawaran dari konsorsium yang dipimpin Amit Bhatia. Mantan pemilik bersama Queens Park Rangers (QPR) itu bersama mertuanya, Lakshmi Mittal—miliarder baja asal India dengan kekayaan bersih sekitar £23 miliar—disebut-sebut siap mengakuisisi 30% saham klub dengan nilai sekitar £1,35 miliar. Kesepakatan ini akan memberikan valuasi total bagi Liverpool sekitar £4,5 miliar.
FSG, yang membeli Liverpool pada tahun 2010 seharga £300 juta, kini berpotensi menuai keuntungan spektakuler. Dalam pernyataan resmi kepada Financial Times, FSG mengonfirmasi telah memulai negosiasi dengan kelompok yang dipimpin Bhatia untuk investasi saham minoritas strategis. Proses diskusi sendiri diyakini sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir.
Valuasi Liverpool yang Mendekati Klub Elit Eropa
Nilai £4,5 miliar yang melekat pada Liverpool memang mengejutkan beberapa kalangan industri, tetapi angkanya sejalan dengan transaksi klub besar lainnya. Sebagai perbandingan, Chelsea dibeli oleh Todd Boehly/Clearlake Capital seharga £4,25 miliar secara keseluruhan pada tahun 2022—dengan £2,5 miliar untuk saham Roman Abramovich dan £1,75 miliar untuk investasi langsung ke klub. Sementara itu, pembelian 25% saham Manchester United oleh Sir Jim Ratcliffe pada tahun 2024 mematok nilai klub di £4,3 miliar.
Dengan latar belakang tersebut, penjualan saham Liverpool ke konsorsium Bhatia menunjukkan tren kenaikan valuasi klub-klub top Premier League. Investor global semakin tertarik menanamkan modal di klub sepak bola Inggris, terutama karena potensi pendapatan dari hak siar, komersialisasi, dan ekspansi internasional.
Profil Konsorsium: Amit Bhatia dan Dukungan Lakshmi Mittal
Amit Bhatia, pengusaha kelahiran London yang telah berinvestasi di QPR sejak 2007, menunjukkan keseriusannya dengan mundur dari jabatan direktur QPR pada Selasa lalu setelah 19 tahun. Dalam pernyataannya, ia mengaku QPR telah menjadi bagian penting dalam hidupnya dan keluarganya. Langkah mundur ini memberi ruang baginya untuk fokus pada akuisisi saham Liverpool.
Kekuatan finansial konsorsium ini tidak perlu diragukan lagi, mengingat Lakshmi Mittal adalah salah satu tokoh terkaya di dunia. Meskipun FSG sebelumnya sempat berdiskusi dengan pihak lain tanpa mencapai kesepakatan, sumber daya yang dimiliki kelompok Bhatia-Mittal dinilai cukup untuk menuntaskan transaksi bernilai miliaran pound.
Dampak bagi Liverpool dan Rencana ke Depan
Saat ini Liverpool sedang menjalani tur pramusim di Amerika Serikat di bawah pelatih kepala baru mereka, Andoni Iraola. Pertandingan pertama akan menghadapi Sunderland di Nashville pada hari Sabtu. Meskipun fokus utama tim adalah persiapan musim, masa depan kepemilikan klub menjadi sorotan utama publik.
Jika kesepakatan penjualan saham Liverpool ini terealisasi, FSG akan tetap memegang kendali mayoritas (70%) namun mendapatkan injeksi dana segar yang signifikan. Dana tersebut dapat digunakan untuk pengembangan infrastruktur, perekrutan pemain, atau ekspansi bisnis global. Bagi para penggemar, masuknya investor baru dengan ambisi besar bisa menjadi angin segar untuk daya saing Liverpool di papan atas Eropa.
Dalam beberapa tahun terakhir, model kepemilikan bersama dengan investor minoritas strategis menjadi tren di Premier League. Klub seperti Manchester United dan Chelsea sudah membuka pintu bagi pemodal pihak ketiga. Penjualan saham Liverpool ke konsorsium Amit Bhatia akan menjadi babak baru dalam sejarah klub yang kaya akan tradisi ini.
