Raphinha menepis pertanyaan soal namanya yang tak masuk daftar kandidat Ballon d’Or dan memilih mengarahkan perhatian pada performa Barcelona. Pemain asal Brasil itu mencetak dua gol saat Barcelona menggulung Feyenoord 5-1 di Camp Nou pada laga pembuka Liga Champions, Rabu.
Kemenangan besar tersebut menjadi jawaban yang paling gamblang bagi pemain berusia 27 tahun itu setelah namanya absen dari daftar pendek penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola. Alih-alih larut dalam kekecewaan, ia justru menunjukkan kontribusi nyata di lapangan dan membawa tim asuhan Hansi Flick memulai kampanye Eropa dengan catatan yang meyakinkan.

Raphinha Bawa Barcelona Pesta Gol 5-1
Laga melawan wakil Eredivisie itu berjalan sesuai skenario yang diinginkan Barcelona. Tim tuan rumah membuka kampanye Liga Champions mereka dengan kemenangan telak 5-1, dan Raphinha menjadi salah satu aktor utama lewat dua gol yang ia catatkan.
Selain aksi Raphinha, pesta gol Barcelona turut disumbangkan oleh sejumlah nama lain di lini depan. Berikut rincian kontribusi para pemain dalam laga tersebut:
- Raphinha menyumbang dua gol dan menjadi pemain paling menonjol dalam pertandingan.
- Karim Adeyemi dan Gabriel Jesus ikut mencatatkan nama di papan skor.
- Lamine Yamal menyelesaikan laga dengan dua assist sekaligus satu gol.
Tambahan dua gol itu membuat Raphinha kini mengoleksi delapan gol dalam lima pertandingan di semua kompetisi. Catatan tersebut sekaligus menjadi pengingat tepat waktu soal kualitasnya, terutama setelah ia dianggap terlewat dari daftar nominasi penghargaan individu terbaik dunia musim ini.
Fokus pada Barcelona, Bukan Ballon d’Or
Ketika ditanya soal Ballon d’Or usai pertandingan, Raphinha memilih tidak membahasnya sama sekali. Kepada Movistar+, ia menegaskan bahwa pikirannya saat ini sepenuhnya tertuju pada klub yang ia bela dan perjalanan musim yang sedang berjalan.
“Saya tidak berbicara tentang Ballon d’Or. Saya berbicara tentang Barcelona, yang sedang menjalani musim spektakuler,” ujar Raphinha. Ia kemudian menambahkan bahwa pekerjaannya saat ini sederhana dan jelas: “Saya bekerja untuk mencetak gol.”
Sikap tersebut menunjukkan bagaimana ia mengalihkan energi dari perdebatan soal penghargaan individu ke hal-hal yang bisa ia kendalikan langsung. Bagi Barcelona, respons semacam ini bernilai penting karena menjaga fokus kolektif tim tetap utuh di tengah sorotan media yang biasanya mengiringi pembahasan Ballon d’Or.
Artinya bagi Lini Serang Asuhan Hansi Flick
Gol Gabriel Jesus dalam laga ini memberi sinyal bahwa Hansi Flick punya opsi tambahan di posisi penyerang murni. Jika nantinya pelatih asal Jerman itu memilih menggeser Raphinha ke sisi sayap, keberadaan penyerang tengah yang siap menjadi tumpuan bisa membuat skema tim tetap solid.
Meski demikian, perubahan besar pada lini serang Barcelona tampaknya sulit dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, tim Catalan itu sudah mencetak 22 gol hanya dalam lima pertandingan sejauh musim ini, sebuah angka yang menunjukkan bahwa mesin gol mereka sedang bekerja dengan sangat efektif.
Kombinasi antara efektivitas penyelesaian akhir dan variasi peran pemain menjadi kekuatan tersendiri bagi Barcelona. Selama produktivitas itu terjaga, Flick punya kemewahan untuk bereksperimen tanpa harus mengorbankan ketajaman tim di depan gawang lawan.
Rekor Lamine Yamal dan Konteks yang Lebih Luas
Di balik kemenangan besar itu, Lamine Yamal kembali menorehkan catatan bersejarah di kompetisi antarklub Eropa. Pemain muda Spanyol itu sekarang telah terlibat dalam 23 gol di Liga Champions, terdiri dari 12 gol dan 11 assist.
Jumlah tersebut menjadikannya pemain remaja dengan keterlibatan gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi, melewati catatan Kylian Mbappe yang mengoleksi 20. Pencapaian ini menegaskan bahwa konsistensi Yamal di panggung Eropa bukanlah kebetulan semata, melainkan buah dari kualitas yang sudah teruji di usianya yang masih sangat muda.
Raphinha sendiri menyadari betul karakter rekannya tersebut. “Saya kenal Lamine karena dia cenderung diam ketika keadaan tidak berjalan baik,” ujarnya. “Saya mencoba menyemangatinya dan mengatakan bahwa dia akan mencetak gol supaya dia tidak kehilangan fokus.”
Upaya itu membuahkan hasil. “Pada akhirnya dia berhasil mencetak gol, dan saya sangat senang untuknya. Dia butuh gol itu. Begitulah cara sebuah tim juara dibentuk, ketika semua orang merasa senang untuk satu sama lain,” tambah Raphinha.
Ambisi Panjang Barcelona di Musim Ini
Para pendukung Barcelona mungkin sudah mulai membayangkan keberhasilan mempertahankan gelar LaLiga sekaligus perjalanan jauh di kompetisi Eropa. Namun Raphinha memilih tetap membumi dan hanya ingin terus memberikan yang terbaik bagi para penggemar.
“Kebenarannya, kami harus selalu menampilkan sepak bola yang hampir sempurna untuk penggemar kami,” kata dia. “Kami sudah bermain sangat baik sejak awal. Kami sebenarnya bisa mencetak lebih banyak gol dari peluang yang kami punya.”
Ia juga mengingatkan bahwa musim yang panjang selalu menyimpan pasang surut. Menurutnya, memulai musim dengan cara seperti ini memberi tim kepercayaan diri yang penting, dan tugas selanjutnya adalah mempertahankan level permainan tersebut selama mungkin.
Kesimpulan
Kemenangan 5-1 atas Feyenoord menegaskan bahwa Barcelona di bawah Hansi Flick memiliki kedalaman skuad dan ketajaman yang mumpuni di lini depan. Dua gol Raphinha, kontribusi Gabriel Jesus, serta rekor baru Lamine Yamal menjadi tiga hal yang paling menonjol dari laga pembuka Liga Champions tersebut.
Yang tak kalah menarik adalah sikap Raphinha, yang memilih berfokus pada Barcelona ketimbang memperdebatkan pencapaian individu. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin ambisi besar Barcelona di LaLiga dan Eropa musim ini berjalan seiring dengan pengakuan yang selama ini luput dari dirinya.