Pelatih FC Cincinnati, Pat Noonan, menyebut Nashville SC sebagai tim terbaik MLS saat ini. Pujian itu ia lontarkan menjelang lawatan Cincinnati ke GEODIS Park untuk menghadapi tim asuhan B.J. Callaghan pada Sabtu. Menurut Noonan, anak asuh Callaghan layak menyandang status tersebut berkat performa konsisten sepanjang musim.
Nashville sendiri memang sedang berada di puncak performa. Pekan lalu mereka bangkit dari ketertinggalan untuk menang dramatis 3-2 atas Columbus Crew, hasil yang memperpanjang laju positif mereka di klasemen. Tak heran jika laga kontra Cincinnati nanti dianggap sebagai ujian besar bagi kedua tim.

Nashville Catat Rekor Bersejarah di MLS
Kemenangan atas Columbus Crew bukan sekadar tiga poin biasa. Hasil tersebut membuat Nashville mengoleksi 49 poin dari 21 pertandingan, angka tertinggi yang pernah dicapai tim mana pun pada tahap yang sama dalam satu musim MLS. Rekor sebelumnya dipegang bersama oleh LA Galaxy (1998), Los Angeles FC (2019), dan New England Revolution (2021) dengan 46 poin.
Tidak hanya itu, Nashville kini unggul 10 poin atas Inter Miami di puncak Wilayah Timur. Mereka juga unggul sembilan poin dalam perburuan Supporters’ Shield. Bahkan rekor poin terbanyak dalam satu musim yang dipegang Inter Miami dengan 74 poin pada 2024 pun disebut-sebut bisa terpecahkan.
Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Nashville menorehkan sejarah baru di akhir musim. Publik mulai memperhitungkan peluang mereka memecahkan rekor demi rekor. Semua itu tentu akan menjadi pembahasan menarik sepanjang sisa musim ini.
Pujian Noonan: Mereka Tim Terbaik MLS
Dalam konferensi pers jelang laga, Noonan mengakui besarnya tantangan yang menanti Cincinnati di GEODIS Park. “Mereka tim yang kuat dan akan menjadi ujian bagus bagi kami. Pelatih Callaghan melakukan pekerjaan hebat,” ujarnya, Kamis. Ia pun menegaskan bahwa tidak ada tim lain yang layak disebut tim terbaik MLS selain Nashville saat ini.
“Yang paling menonjol adalah konsistensi permainan mereka sepanjang musim. Menurut saya, kedua sisi permainan mereka sangat efektif,” lanjut Noonan. Ia mengapresiasi cara Nashville menekan bola dan menyulitkan lawan saat membongkar pertahanan. Semua pemain, kata dia, bekerja sama dengan sangat kuat.
Noonan juga mewaspadai fleksibilitas gaya bermain Nashville. “Mereka bisa mengalahkanmu dengan penguasaan bola, bisa mengalahkanmu dalam transisi, dan mereka benar-benar mengancam. Tapi mereka juga bisa mengalahkanmu dengan permainan langsung dan merepotkan dalam situasi bola mati,” jelasnya. “Kalau bicara soal tim terbaik, mereka melakukan banyak hal dengan baik, dan itulah yang kami lihat dari mereka.”
Dua Pemain Kunci yang Layak Disorot
Laga ini juga menyajikan duel menarik antara dua playmaker andalan. Keduanya sama-sama sedang dalam performa impresif dan bisa menjadi penentu kemenangan. Statistik mereka musim ini pun layak menjadi perhatian.
Hany Mukhtar (Nashville SC)
Mukhtar mencetak satu gol dan satu assist saat Nashville menumbangkan Columbus. Itu menjadi pertandingan reguler ke-16 dengan minimal satu gol dan satu assist sejak ia bergabung dengan MLS pada 2020. Catatan itu menempatkannya di peringkat keempat setelah Lionel Messi (24), Lucho Acosta (19), dan Evander (18).
Evander (FC Cincinnati)
Di kubu Cincinnati, Evander layak menjadi tumpuan. Ia mencetak gol ke-31 di ajang reguler untuk Cincinnati kala menghadapi Seattle, menyamai catatan Brenner sebagai pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah MLS Cincinnati. Yang lebih mengesankan, pemain asal Brasil itu baru bermain 52 laga — jauh lebih sedikit dibandingkan Lucho Acosta (125 laga, 48 gol) dan Brandon Vazquez (122 laga, 32 gol).
Head-to-Head dan Prediksi Duel di GEODIS Park
Cincinnati datang dengan modal apik: tak terkalahkan dalam empat laga MLS terakhir setelah bermain imbang 1-1 melawan Seattle Sounders. Hasil itu membuat mereka nyaman bertengger di peringkat keenam Wilayah Timur. Namun rekor pertemuan kedua tim cukup berimbang.
Cincinnati memenangi dua pertemuan beruntun pada 2025 dengan skor 2-1, untuk kedua kalinya dalam sejarah rekor mereka melawan Nashville (sebelumnya juga terjadi pada 2023). Nashville sempat mencatat dua kemenangan beruntun pada 2021. Meski begitu, belum pernah ada tim yang mampu menang tiga kali beruntun dalam duel ini.
Faktor kandang jelas menguntungkan Nashville. Mereka tak terkalahkan dalam 11 laga kandang terakhir di musim reguler, dengan 10 kemenangan dan 31 poin. Sejak 2021, hanya Cincinnati pada 2023 yang pernah mengumpulkan 31 poin dari 11 laga kandang.
Berdasarkan perhitungan Opta, Nashville jelas lebih diunggulkan dalam laga ini. Probabilitas kemenangan mereka mencapai angka yang cukup meyakinkan. Berikut rincian peluang hasil pertandingan menurut Opta:
- Kemenangan Nashville SC: 52,2%
- Kemenangan FC Cincinnati: 25,1%
- Hasil imbang: 22,7%
Laga ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi status Nashville sebagai tim terbaik MLS. Jika mereka mampu mengatasi Cincinnati dan terus menjaga laju, rekor demi rekor bisa terus berjatuhan. Sebaliknya, Cincinnati punya motivasi besar untuk membuktikan diri di kandang lawan.
Dengan segala statistik dan kualitas yang dimiliki kedua tim, duel di GEODIS Park dipastikan berjalan sengit. Akankah Nashville membuktikan diri layak disebut tim terbaik MLS, atau Cincinnati yang justru mencuri perhatian? Kita tunggu jawabannya di akhir pekan nanti.