Celtic vs LASK: O’Neill Tak Mau Jaga Keunggulan 3 Gol

Martin O’Neill menegaskan bahwa Celtic tidak akan bermain bertahan untuk melindungi keunggulan tiga gol saat menghadapi LASK di Raiffeisen Arena. Menjelang laga Celtic vs LASK pada leg kedua play-off Liga Champions, manajer asal Irlandia Utara itu menolak anggapan bahwa timnya akan duduk manis setelah menang telak 3-0 di leg pertama. Baginya, pendekatan menyerang tetap menjadi pilihan utama meskipun lawan bermain di kandang sendiri.

Kemenangan telak di leg pertama membuat Celtic berada di ambang pintu menuju fase liga Liga Champions. Dua gol spektakuler Camilo Duran di masing-masing babak plus satu gol Benjamin Nygren membawa The Hoops unggul nyaman sebelum bertandang ke Austria. Celtic pun mendapat waktu persiapan selama enam hari untuk menyambut laga penentu ini.

Celtic vs LASK

Celtic vs LASK: O’Neill Tolak Bermain Pasif

O’Neill menegaskan bahwa timnya tidak akan mengubah pendekatan hanya karena sudah unggul agregat. “Kami tidak bisa hanya duduk bertahan, dan itu sama sekali bukan niat kami,” ujarnya kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa dirinya yakin timnya mampu mencetak gol di Austria, dan itu menjadi modal optimisme sebelum laga.

Manajer Celtic itu juga mengakui laga nanti akan berjalan berat. “Ini akan menjadi malam yang sulit, tetapi kami mampu,” katanya. “Ada pemain yang punya pengalaman dari musim lalu, dan ada juga yang berpengalaman dari musim sebelumnya yang sangat bagus, jadi ini benar-benar campuran.”

Latar Belakang: Bangkit dari Kegagalan Musim Lalu

Celtic belum merasakan fase liga Liga Champions sejak musim 2024-25. Musim lalu, langkah mereka terhenti di babak play-off yang sama setelah kalah adu penalti dari Kairat Almaty. Kegagalan itu menjadi salah satu momen paling menyakitkan bagi pendukung The Hoops dalam beberapa musim terakhir.

Saat itu, agregat masih 0-0 hingga leg kedua, dan Celtic tidak mampu menembus pertahanan lawan meski mendominasi. Kini dengan keunggulan tiga gol menjelang laga Celtic vs LASK, situasinya jauh lebih nyaman, tetapi O’Neill menegaskan timnya tidak akan mengulang kesalahan dengan bermain pasif. Pengalaman musim lalu justru menjadi pelajaran berharga agar timnya tampil lebih berani.

Dampak: Johnston Cedera, Trusty Siap Tampil

Menjelang laga ini, O’Neill mengonfirmasi bahwa Auston Trusty sudah tersedia setelah absen di leg pertama. Namun, kabar buruk datang dari Alistair Johnston yang dipastikan menepi cukup lama. Bek tim nasional Kanada itu mengalami cedera otot dan diperkirakan baru bisa kembali pada Oktober.

Johnston sebenarnya baru saja pulih dari cedera hamstring yang membuatnya melewatkan hampir seluruh musim lalu. Ia kembali mengalami masalah otot saat melawan Kilmarnock awal bulan ini, sehingga absen pada dua laga terakhir melawan Dundee United dan LASK. Cedera ini juga memupus harapannya untuk pindah ke Everton yang sempat dikaitkan dengannya pada bursa musim panas ini.

Konteks Lebih Luas: Bursa Transfer dan Kedalaman Skuad

O’Neill mengakui bahwa cedera Johnston memaksanya mencari tambahan pemain bertahan. “Kami perlu melihat-lihat,” ungkapnya, seraya mengingat bahwa Kieran pada dasarnya menjadi satu-satunya full-back kiri di skuadnya. Namun, ia menegaskan tidak akan memikirkan bursa transfer sebelum laga melawan LASK selesai.

Setelah pertandingan nanti, masih ada beberapa hari sebelum batas akhir bursa transfer, dan Celtic berharap bisa mendatangkan pemain baru. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya hasil laga di Austria, baik untuk ambisi Eropa maupun untuk memperkuat skuad sebelum jendela transfer ditutup. Dengan kata lain, laga di Austria juga ikut menentukan arah kebijakan transfer klub dalam beberapa hari ke depan.

Dengan keunggulan agregat 3-0, Celtic berada di kursi pengemudi untuk lolos ke fase liga Liga Champions. Namun, O’Neill menegaskan timnya akan tetap tampil menyerang dan berusaha mencetak gol tambahan daripada sekadar menjaga keunggulan. LASK di sisi lain diprediksi tampil habis-habisan di depan pendukungnya demi membalikkan keadaan.

Keberhasilan lolos akan menjadi pencapaian besar bagi Celtic yang sudah lama menunggu untuk tampil di fase liga Liga Champions. Semua akan ditentukan di Raiffeisen Arena, dan O’Neill berjanji timnya akan memberikan segalanya demi memastikan tiket ke kompetisi terelite Eropa. Dengan mentalitas menyerang yang ditegaskan sang manajer, Celtic tampaknya tidak akan sekadar bertahan demi hasil aman.