Peluang Inggris di Piala Dunia 2026: Alan Shearer Yakin Timnas Bisa Juara

Pendapat Alan Shearer Berubah Usai Kemenangan Epik Inggris atas Meksiko

Alan Shearer, legenda sepak bola Inggris, mengaku telah berubah pikiran mengenai peluang Inggris di Piala Dunia 2026. Dalam kolomnya untuk BBC Sport, ia menyatakan bahwa kemenangan dramatis atas Meksiko di Estadio Azteca telah membangkitkan keyakinan nyata bahwa The Three Lions benar-benar bisa menjadi juara dunia.

“Saya benar-benar berpikir kita mungkin bisa memenangkan turnamen ini,” tulis Shearer. “Dari suporter hingga pemain, itulah yang pasti dipikirkan semua orang setelah kemenangan epik Inggris atas Meksiko — saya sendiri mengalaminya, padahal sebelum pertandingan saya tidak merasa demikian.”

Shearer mengakui bahwa sebelumnya ia hanya memiliki harapan, seperti biasa saat Inggris tampil di turnamen besar. Namun penampilan tim asuhan Thomas Tuchel di ketinggian Kota Meksiko benar-benar mendorong keyakinan itu ke level baru. “Sebelum saya ke Estadio Azteca dan melihat bagaimana kami menghadapi segala tekanan, saya tidak benar-benar percaya Inggris bisa memenangi Piala Dunia ini — tapi sekarang saya berubah pikiran, dan saya yakin semua orang juga demikian.”

Penampilan Terbaik yang Pernah Dilihat Shearer

Mantan kapten timnas Inggris berusia 55 tahun itu menyebut laga melawan Meksiko sebagai performa tim terbaik yang pernah ia saksikan dari Inggris sepanjang hidupnya, terutama saat bermain tandang. “Sungguh suatu kenikmatan berada di sana untuk menyaksikannya, karena hampir sempurna — dengan segala yang harus mereka hadapi: ketinggian, atmosfer luar biasa, dan bermain dengan 10 pemain setelah kartu merah.”

Shearer membandingkan momen itu dengan pengalamannya sendiri di Euro 1996 saat Inggris mengalahkan Belanda 4-1 di Wembley. “Saya merasa seperti tak terhentikan. Saya berpikir, ‘kita bisa melaju jauh’. Itulah yang pasti dirasakan skuad Inggris sekarang, setelah hasil luar biasa ketika segala hal bertentangan dengan mereka.”

Meski Inggris gagal di semifinal Euro 1996 melalui adu penalti, Shearer melihat banyak alasan mengapa tim edisi 2026 ini mampu melangkah setidaknya satu langkah lebih jauh. Salah satu kuncinya adalah adaptabilitas tim.

Kebersamaan dan Kemampuan Beradaptasi Jadi Kunci Peluang Inggris di Piala Dunia 2026

Tak Lagi Bergantung pada Bintang Utama

Shearer menyoroti perubahan gaya bermain Inggris. Sebelumnya, Inggris sering bergantung pada pemain bintang seperti Harry Kane dan Jude Bellingham untuk keluar dari kesulitan. “Tapi untuk melangkah jauh di Piala Dunia ini, kami butuh pemain lain juga tampil, dan mereka benar-benar melakukannya di babak sebelumnya,” ujarnya.

Setiap pemain yang turun ke lapangan di Azteca berkontribusi, termasuk Thomas Tuchel dengan pergantian pemain yang cerdik. Shearer juga memuji semangat tim yang terlihat dalam video perayaan di ruang ganti, saat John Stones berpura-pura cedera sebelum menari bersama rekan setimnya. “Saya suka reaksi Tuchel saat menyadari itu hanya lelucon. Ini memberi gambaran mengapa tim ini benar-benar kompak, dan manajer juga bagian dari itu.”

Identitas yang Fleksibel

Menurut Shearer, Inggris tidak memiliki identitas kaku seperti Spanyol yang mendominasi penguasaan bola atau Argentina yang dibangun di sekitar Lionel Messi. Sebaliknya, Inggris adaptif. “Sejauh ini, kami hanya memainkan pertandingan yang ada di depan kami, mengubah pendekatan tergantung lawan dan jalannya pertandingan. Itu yang membawa kami ke perempat final, dan saya pikir seharusnya tidak berubah sekarang.”

Fleksibilitas inilah yang memperkuat peluang Inggris di Piala Dunia 2026, menurut Shearer. Tim mampu membaca situasi dan menyesuaikan strategi, bukan sekadar mengandalkan satu pola main.

Tantangan Berikutnya: Norwegia dan Cara Menghentikan Haaland

Inggris akan menghadapi Norwegia di Miami — tantangan yang berbeda. Shearer mengakui bahwa kunci kemenangan adalah menghentikan Erling Haaland. “Saya merasa percaya diri, tapi saya pikir semua orang setuju bahwa jika kami bisa menghentikan Haaland, maka peluang menang jauh lebih besar.”

Meski tahu itu, menerapkannya tidak mudah — seperti yang dialami Brasil saat Haaland mencetak dua gol dan menyingkirkan mereka. Shearer memuji pergerakan Haaland sebagai pusat penyerang kelas dunia. “Tidak ada cara untuk menghentikannya. Sebaliknya, Anda harus membatasi suplai bola kepadanya, dari sumbernya.”

Menariknya, beberapa bek Inggris seperti Marc Guehi, Nico O’Reilly, dan John Stones adalah rekan setim Haaland di Manchester City. Namun Shearer menilai hal itu tidak membantu maupun menghalangi. “Jujur, saya pikir tidak masalah apakah mereka mengenalnya atau tidak — karena kita semua mengenalnya. Kita semua menontonnya setiap pekan di Premier League. Ia kelas dunia, dan begitu juga Harry Kane.”

Shearer membayangkan laga ini akan menjadi duel antara dua mesin gol yang sama-sama memburu Sepatu Emas. “Semoga Harry yang bisa melanjutkan perjuangan. Dengan performa keduanya, rasanya akan seperti adu tembak antara dua senjata besar.”

Kesimpulan: Keyakinan yang Semakin Nyata

Alan Shearer menutup tulisannya dengan nada optimis. Meskipun belum bisa memastikan Inggris akan juara, segala sesuatu yang ditunjukkan tim asuhan Tuchel — terutama kebersamaan, adaptabilitas, dan semangat pantang menyerah — membuktikan bahwa peluang Inggris di Piala Dunia 2026 sangatlah nyata. Dari pengalaman Shearer sebagai pemain, penggemar, dan pakar, momen seperti inilah yang biasanya mendorong sebuah negara untuk percaya pada mimpi terbesarnya. Kini tinggal menunggu apakah Inggris bisa mewujudkannya di lapangan.