Dalam prediksi Scudetto musim 2026-27, pelatih Napoli Massimiliano Allegri menjagokan Inter sebagai tim terdepan untuk mempertahankan gelar juara. Meski begitu, ia menegaskan bahwa setidaknya ada delapan klub yang berpeluang sama untuk menjadi juara Serie A musim ini. Pernyataan ini muncul jelang bergulirnya kompetisi yang diwarnai banyak perubahan besar di sejumlah klub papan atas Italia.
Musim lalu, Inter memastikan Scudetto dengan keunggulan 11 poin di klasemen akhir, sekaligus menjadi tim paling produktif dengan 89 gol dan hanya kebobolan 35 kali. Cristian Chivu pun tercatat sebagai pelatih kelima dalam sejarah Serie A yang sukses membawa timnya juara di musim pertamanya menukangi Nerazzurri. Sementara itu, Napoli yang musim lalu finis kedua di bawah Antonio Conte dan menjadi juara Supercoppa Italiana, kini beralih ke tangan Allegri dengan tugas besar mengembalikan kejayaan Partenopei.
Prediksi Scudetto Allegri: Delapan Kandidat Juara Serie A
Allegri meyakini persaingan musim ini jauh lebih terbuka dibanding musim-musim sebelumnya. Ia menyebut tidak hanya Inter dan Napoli yang layak diperhitungkan, tetapi juga sejumlah klub lain yang telah melakukan perombakan besar. Menurutnya, delapan tim berikut memiliki peluang realistis untuk mengangkat trofi Scudetto:
- Inter
- Napoli
- AC Milan
- Juventus
- Roma
- Fiorentina
- Como
- Atalanta
Allegri menegaskan bahwa status Inter sebagai favorit tidak lepas dari fakta bahwa mereka adalah pemegang trofi saat ini. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa banyak tim lain yang telah berbenah dan siap memberi kejutan. “Inter adalah favorit karena mereka memegang trofi, tetapi akan ada setidaknya delapan tim yang perlu diperhatikan,” ujar Allegri. “Selain Nerazzurri dan kami, juga Milan, Juventus, Roma, Fiorentina, Como, dan Atalanta.”
Dominasi Inter dan Pergeseran Kekuatan di Musim Panas
Inter datang ke musim baru dengan modal yang sangat solid setelah unggul 11 poin atas para pesaingnya musim lalu. Produktivitas lini serang mereka menjadi yang terbaik di liga dengan 89 gol, sementara pertahanan mereka juga termasuk yang paling sulit ditembus dengan hanya 35 kebobolan. Catatan impresif ini menjadi alasan kuat mengapa Opta supercomputer menempatkan Inter di posisi teratas dalam simulasi peluang juara.
Musim panas ini juga menjadi periode transisi besar di antara klub-klub papan atas Serie A. Ruben Amorim resmi menggantikan Allegri sebagai pelatih AC Milan, sementara Gennaro Gattuso, mantan pelatih tim nasional Italia, kini memegang kendali di Lazio. Perombakan kursi pelatih ini diprediksi akan mengubah peta persaingan dan membuat musim ini semakin tidak terduga.
Simulasi Opta Supercomputer dan Peluang Setiap Tim
Opta supercomputer, yang melakukan simulasi sebelum musim dimulai, memberikan Inter peluang 35,1 persen untuk mempertahankan Scudetto. Angka ini jauh di atas para pesaing terdekatnya, meski tetap menyisakan ruang bagi tim lain untuk mengejutkan. Menariknya, Como justru menempati posisi kedua dalam simulasi dengan peluang 13,6 persen, sedikit di atas Roma yang hanya mendapat 12,7 persen.
Juventus berada di urutan berikutnya dengan 11,4 persen, disusul Napoli dengan 7,5 persen dan Atalanta dengan 6,8 persen. Data ini menunjukkan bahwa meski Inter diunggulkan, total peluang tim-tim lain jika digabungkan masih jauh lebih besar. Artinya, persaingan musim ini benar-benar terbuka dan tidak ada satu pun tim yang aman dari kejutan.
Start Meyakinkan Napoli dan Ujian Melawan Como
Napoli memulai musim dengan langkah positif setelah meraih kemenangan 2-0 atas Genoa di Stadio Comunale Luigi Ferraris pada laga pembuka. Kevin De Bruyne dan Antonio Vergara, yang masuk sebagai pemain pengganti, masing-masing menyumbang satu gol dan satu assist untuk mengamankan tiga poin. Hasil ini memperpanjang catatan impresif Napoli yang telah memenangkan laga pembuka Serie A sebanyak sembilan kali dalam sepuluh musim terakhir.
Pada laga berikutnya, Napoli akan menghadapi Como, yang menurut simulasi Opta menjadi salah satu pesaing terkuat musim ini. Namun, sejarah pertemuan menunjukkan bahwa Como bukan lawan yang mudah bagi Partenopei. Como belum pernah kalah dalam tiga pertemuan terakhir melawan Napoli di Serie A, dengan satu kemenangan dan dua hasil imbang, setelah sebelumnya selalu kalah dalam empat duel pertama mereka.
Catatan lain yang menarik adalah kebiasaan Napoli memenangkan dua laga pertama mereka di awal musim. Dalam sembilan musim terakhir, Napoli tercatat memenangkan dua laga pembuka sebanyak tujuh kali, dengan dua pengecualian pada musim 2019-20 dan 2024-25. Meski begitu, pada musim-musim pengecualian itu mereka tetap mampu meraih setidaknya satu kemenangan dari dua laga perdana.
Target Besar Allegri di Musim Centenary Napoli
Allegri menegaskan bahwa Napoli tidak akan berfokus hanya pada satu kompetisi saja, melainkan berusaha tampil kompetitif di semua ajang. Ia menyebut musim ini akan menjadi tahun yang indah namun penuh tuntutan, sehingga timnya harus mampu menjaga konsistensi sepanjang musim. “Ini akan menjadi tahun yang indah dan menuntut, kami harus pandai bertahan di Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia,” tambah Allegri.
Musim ini juga menjadi istimewa bagi Napoli karena merupakan perayaan seratus tahun klub, atau centenary, yang menurut Allegri hanya terjadi sekali seumur hidup. Karena itu, seluruh tim memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan musim yang luar biasa bagi para pendukung setia. Di Liga Champions, target awal Napoli adalah melaju dari fase liga dan menembus babak play-off, atau idealnya mencapai babak 16 besar.
Perburuan Scudetto musim 2026-27 diprediksi menjadi salah satu yang paling menarik dalam sejarah Serie A. Inter tetap menjadi favorit utama, tetapi pernyataan Allegri tentang delapan kandidat juara menunjukkan bahwa tidak ada yang aman di papan atas. Bagi Napoli dan Allegri, musim ini adalah kesempatan emas untuk menulis sejarah baru di tahun istimewa klub.
